Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Target Rampung November, Dony Oskaria Siap Rombak Total 4 BUMN Karya

1 Kamis, 08 Okt 2026, 18:16 WIB | Oleh:
Target Rampung November, Dony Oskaria Siap Rombak Total 4 BUMN Karya Target Rampung November, Dony Oskaria Siap Rombak Total 4 BUMN Karya Doc: ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas
Ket. Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria dalam agenda Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria menargetkan aksi korporasi penggabungan (merger) empat BUMN Karya rampung paling lambat pada akhir November 2026. 

Keempat BUMN Karya yang dimaksud mencakup PT Nindya Karya (Persero) dengan PT Brantas Abipraya (Persero), serta PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT PP (Persero) Tbk, yang ditargetkan rampung paling lambat pada akhir November.

“Ini kita harapkan nanti paling telat itu di akhir November sudah selesai,” ujarnya dalam agenda Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10).

Pasca merger, strategi penyehatan dilanjutkan melalui pelepasan (divestasi) aset-aset yang tak berkaitan dengan bisnis inti (non-core assets). Seluruh hasil divestasi tersebut dialokasikan secara khusus untuk memangkas sisa utang operasional, sebelum dilanjutkan dengan proses restrukturisasi utang akhir yang disesuaikan dengan kapasitas pembayaran masing-masing entitas.

“Jadi, satu per satu perusahaan itu kita selesaikan secara baik karena saya tidak mau setelah hari ini cuman dipoles-poles, kemudian nanti menjadi problem lagi nah kita perbaikan itu harus fundamental harus benar-benar,” ungkap Dony.

Di samping itu, proses restrukturisasi BUMN Karya dengan tingkat kompleksitas beban keuangan yang sangat berat, seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dinilai membutuhkan penanganan lebih mendalam dan fundamental.

Pada kasus WIKA, beban utang perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp34 triliun yang tak diimbangi kecukupan aset penjamin (underlying assets). Sementara pada Waskita Karya, pihaknya tengah mengkaji opsi penyehatan, antara lain dengan mengevaluasi potensi pengoptimalan portofolio aset jalan tol (Waskita Toll Road).

“Kita mesti betul-betul melihat mesti diapain perusahaan ini, karena arah dari Pak Presiden sekali kita melakukan perbaikan itu harus tuntas. Kita enggak mau setengah-setengah hanya poles-poles, enggak ada gunanya. Ini yang agak memakan waktu,” kata dia.

“Saya orangnya mesti teliti satu-satu, dilihat lagi future-nya akan kayak gimana dan sebagainya, tapi kalau yang empat (BUMN-BUMN Karya yang cenderung lebih sehat) relatifly mudah untuk kita lakukan (merger),” ucap COO Danantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Gulung Isenmulang, Persib Hanya Terpaut 2 Poin dari Puncak

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gulung Isenmulang, Persib H...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.