Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah, Terjepit Ancaman Perang AS-Iran

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 17:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah, Terjepit Ancaman Perang AS-Iran Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya risiko geopolitik menyusul ancaman serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Ketidakpastian tersebut mendorong investor mengurangi aset berisiko dan beralih ke aset safe haven, terutama dolar AS.

Di sisi lain, potensi gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik dapat memicu kenaikan harga minyak dan memperbesar tekanan inflasi serta kebutuhan devisa Indonesia, sehingga ruang penguatan rupiah semakin terbatas.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan, Kamis (8/10), bergerak melemah 28 poin atau 0,16 persen menjadi Rp17.915 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.866 per dolar AS

Analis Doo Financial Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipicu ancaman serangan militer AS terhadap Iran.

“Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah DXY, yield UST dan harga minyak mentah dunia yang kembali naik oleh ancaman serangan militer AS terhadap Iran,” ucapnya di Jakarta.

Mengutip Sputnik, pemerintah AS dilaporkan meminta Departemen Perang menyiapkan sejumlah opsi serangan terhadap Iran menjelang pemilu paruh waktu Kongres pada November.

Mengutip dua pejabat pemerintahan, The Atlantic melaporkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) sedang menyusun rencana tersebut, namun belum ada keputusan final mengenai kemungkinan serangan. Pembahasan mengenai cakupan dan tujuan serangan potensial juga masih berlangsung.

Laporan itu menyatakan langkah tersebut mencerminkan keinginan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan harga bensin dan mencapai kemajuan dalam konflik sebelum pemilu paruh waktu.

Pelemahan rupiah juga dipengaruhi rilis indeks kepercayaan konsumen bulan September 2026 yang turut menurun dibandingkan bulan sebelumnya

“Data yang menunjukkan penurunan pada indeks kepercayaan konsumen Indonesia dari 118,5 ke 118,1 ikut membebani rupiah,” kata Lukman.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.890 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.880 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Nasional
JNE Perkuat Kepercayaan Kon...
Advertisement
Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.