Pencernaan Sehat dan Stimulasi Tepat Dukung Perkembangan Kecerdasan Emosional Anak
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 22:45 WIB | Oleh: Haryo BronoRatih mengatakan orang tua dapat membantu anak mengenali perasaan dengan merespons emosi secara tenang, mendengarkan tanpa menghakimi, dan memberikan contoh bagaimana mengelola emosi.
Aktivitas sederhana seperti bermain bersama, belajar bergantian, membaca buku, serta mengajukan pertanyaan mengenai perasaan tokoh dalam cerita juga dapat menjadi sarana stimulasi.
Anak juga perlu mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain dan menyelesaikan masalah sesuai dengan tahap perkembangannya.
“Anak belajar terutama melalui hubungan, pengamatan, pengalaman, dan contoh perilaku yang diberikan orang dewasa di sekitarnya. Dengan demikian, stimulasi kecerdasan emosional bukan sekadar mengajarkan anak untuk bersikap baik, tetapi membantu mereka memahami emosi, mengatur respons, memahami orang lain, dan membangun hubungan secara sehat,” tambah Ratih.
Pendekatan tersebut menempatkan orang tua bukan hanya sebagai pihak yang memberikan instruksi, tetapi juga sebagai model perilaku yang diamati dan ditiru anak dalam kehidupan sehari-hari.
Pencernaan dan Hubungan dengan Otak
Selain stimulasi dan pengasuhan, pemenuhan kebutuhan nutrisi juga menjadi bagian penting dari tumbuh kembang anak. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kesehatan sistem pencernaan.
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Executive Director Indonesia Health Development Center (IHDC) dan Member of Gut and Immunity Council (GIC), mengatakan kesehatan pencernaan memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek kesehatan tubuh.
Ia menjelaskan adanya hubungan dua arah antara saluran pencernaan dan otak yang dikenal sebagai Gut-Brain Axis (GBA). Hubungan tersebut membuat kondisi saluran pencernaan dan asupan nutrisi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Untuk mendukung kecerdasan emosional dan potensi anak secara optimal, stimulasi perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi, terutama untuk mendukung kesehatan pencernaan anak. Sebab, sering kali dikatakan bahwa pencernaan merupakan otak kedua anak,” ujar Ray.
Menurut dia, mikrobiota saluran cerna menjadi salah satu komponen yang berperan dalam hubungan antara sistem pencernaan dan otak. Saluran pencernaan manusia dihuni oleh mikroorganisme dalam jumlah sangat besar yang berinteraksi dengan tubuh.
“Hal ini disebabkan karena otak dan saluran pencernaan saling terhubung sebagai Gut-Brain Axis (GBA), di mana nutrisi menjadi asupan kinerja otak dan juga dapat memengaruhi perilaku serta suasana hati anak,” katanya.
Ray menambahkan bahwa masa awal kehidupan menjadi periode penting bagi perkembangan dan kematangan mikrobiota saluran cerna. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan pencernaan perlu berjalan bersama dengan pemenuhan nutrisi dan pola hidup yang mendukung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!