Pakar NUS Sebut Perlu Strategi Tepat Hadapi Dampak AI pada Angkatan Kerja
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 06:08 WIB | Oleh: SriyonoMenurutnya, kebutuhan setiap negara terhadap pembangunan ekonomi juga perlu dipertimbangkan dalam kaitannya dengan agenda keberlanjutan.
Meski begitu, imbuh dia, negara-negara Asia Tenggara dapat memperbanyak dialog untuk bisa saling memahami ketiga isu tersebut dalam kaitannya dengan perkembangan AI.
Johan juga melihat kolaborasi bilateral lebih mungkin dilakukan dibandingkan membentuk kerangka regulasi bersama di tingkat regional.
Sementara itu, Profesor Pemegang Gelar Kehormatan Low Tuck Kwong di Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Real Estate NUS Business School, Prof. Sumit Agarwal memandang bahwa perdebatan mengenai AI dan ketenagakerjaan belum menemukan kesepakatan, bahkan di Amerika Serikat.
Menurutnya, terdapat sejumlah pertanyaan yang masih perlu dijawab, mulai dari peran pemerintah dan bentuk regulasi hingga dampak AI terhadap pekerjaan, apakah akan menggantikan tenaga kerja atau justru menciptakan pekerjaan dan meningkatkan efisiensi pekerja.
Ia menilai perkembangan AI perlu dihadapi dengan kehati-hatian karena kecepatannya berbeda dari sejumlah teknologi serbaguna (general-purpose technology) pada masa lalu, seperti internet dan listrik.
“AI justru dapat berkembang dengan sendirinya, dan karena itulah kita belum sepenuhnya memahami seberapa berbahayanya AI dalam menggantikan pekerjaan,” kata Sumit.
Dari perspektif pendidikan, ia menilai tantangan utama adalah mempersiapkan mahasiswa atau calon tenaga kerja agar memiliki kemampuan yang dibutuhkan sehingga dapat terserap pasar.
Selain itu, menurut Sumit, industri juga perlu dibantu agar dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi, sehingga manfaat AI tidak hanya dirasakan oleh pekerja atau mahasiswa, tetapi juga oleh pelaku di dunia usaha.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!