Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Menkeu Suahasil: APBN Dirancang Fleksibel untuk Respons Kondisi Global

28 Kamis, 08 Okt 2026, 14:08 WIB | Oleh:
Menkeu Suahasil: APBN Dirancang Fleksibel untuk Respons Kondisi Global Menkeu Suahasil: APBN Dirancang Fleksibel untuk Respons Kondisi Global Doc: antara foto
Ket. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dirancang fleksibel agar mampu merespons berbagai perubahan kondisi global, termasuk ketegangan geopolitik dan volatilitas harga komoditas.

Menurut dia, APBN berperan sebagai peredam guncangan (shock absorber) untuk menjaga perekonomian ketika menghadapi berbagai tekanan, termasuk perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

”APBN harus dijalankan dengan cukup fleksibel, karena harus bisa beradaptasi dengan yang namanya kondisi dunia yang berubah,” kata Suahasil di Jakarta, Kamis (8/10).

Ia menjelaskan APBN memang ditetapkan melalui undang-undang, namun pelaksanaannya harus tetap dapat menyesuaikan dengan perkembangan situasi.

"Lalu kondisi dunia berubah ketegangan geopolitik muncul, tiba-tiba Amerika dengan Iran main perang, tiba-tiba bencana alam, tiba-tiba volatilitas harga komoditas," kata Menkeu.

Suahasil menuturkan sejumlah instrumen APBN dapat digunakan sebagai penyangga ketika perekonomian menghadapi tekanan. Instrumen tersebut antara lain subsidi dan kompensasi energi, subsidi pupuk, program perlindungan sosial, serta pembangunan infrastruktur.

Meski demikian, fleksibilitas APBN bukan berarti pemerintah dapat menggunakan anggaran tanpa batas.

"Tapi enggak boleh fleksibel dan semau-maunya. Fleksibel, tapi dengan tata kelola yang baik," katanya.

Pelaksanaan APBN tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

Penyesuaian anggaran juga dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan kondisi ekonomi, termasuk pergerakan harga minyak.

Terkait APBN 2026, Bendahara Negara itu mengatakan pemerintah terus melakukan rekalibrasi terhadap anggaran untuk menyesuaikannya dengan perkembangan ekonomi.

“Dari APBN awal tersebut, kami terus melakukan rekalibrasi, sehingga pada bulan Juni kemarin, kita melihat outlook penerimaan bisa sedikit naik karena harga komoditas ini naik, karena Coretax sudah bekerja dengan baik lalu kemudian belanja juga bisa sedikit naik, dan tentu defisit APBN-nya juga naik,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Loyo Usai S...
Rona
Ben Stiller Puji Bakat Aria...

Jisoo Blackpink Rilis Single Kedua “Addicted”

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Jisoo Blackpink Rilis Singl...
Nasional
Kemenhub akan Inspeksi 23 R...
Nasional
Menhut Ungkap Situasi Karhu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.