Kasus ISPA Melonjak 40 Persen! Dinkes Manokwari Bagikan 4.000 Masker Gratis
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 18:24 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
MANOKWARI - Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari membagikan 4.000 masker secara gratis kepada masyarakat guna mengantisipasi paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menekan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinkes Manokwari Alexander Takdare, di Manokwari, Kamis (8/10), mengatakan pembagian ribuan masker merupakan respons pemerintah daerah terhadap perubahan kualitas udara akibat kabut asap karhutla yang melanda wilayah setempat.
“Kami menindaklanjuti surat edaran bupati terkait peningkatan kewaspadaan dan perlindungan kesehatan masyarakat selama kabut asap yang melanda Manokwari,” ujar Alexander.
Dia menjelaskan bahwa ada dua lokasi pembagian masker untuk menjangkau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, yaitu persimpangan lampu merah Haji Bauw dan Makaleuw dengan kuota masing-masing 2.000 masker.
Masyarakat sangat antusias menerima pembagian masker di masing-masing lokasi yang mencerminkan tingginya tingkat kesadaran terhadap potensi gangguan saluran pernapasan akibat kabut asap karhutla.
“Kalau ingin keluar rumah, kita harapkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap,” ujarnya.
Pihaknya akan menjadwalkan pembagian masker lanjutan mengingat kondisi kabut asap karhutla dari wilayah lain seperti Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, dan Kaimana masih menyelimuti Manokwari.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Manokwari juga telah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh guna mengantisipasi peserta didik terpapar kabut asap hingga mengganggu saluran pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah, terutama kelompok rentan supaya bisa terhindar dari paparan kabut asap,” ucap Alexander.
Kepala Puskesmas Wosi Selfiana Safkaur mengatakan kunjungan pasien dengan keluhan ISPA mengalami peningkatan hampir 40 persen sejak pekan lalu, dengan pasien terbanyak dari kelompok anak-anak dan lansia.
Puskesmas Wosi telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan membagikan masker kepada pasien yang datang, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, pasien lanjut usia (lansia), serta pasien berisiko.
"Untuk peningkatan ISPA itu sudah hampir 40 persen, yang paling banyak adalah anak-anak dengan lansia,” katanya.
Dia menjelaskan dokter bersama tim pelayanan Puskesmas Wosi langsung menangani pasien ISPA yang datang untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan, sembari mengimbau agar mengurangi mobilitas di luar rumah untuk sementara waktu.
“Pasien yang datang dengan keluhan gangguan pernapasan langsung kami tangani,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!