Hindari Penyebaran PMK, Pemkab Bengkulu Tengah Akselerasi Vaksinasi pada Ternak
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 14:07 WIB | Oleh: Tim PenulisKABUPATEN BENGKULU TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, saat ini tengah mempercepat pelaksanaan vaksinasi terhadap 4.000 hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan kambing, melalui aksi jemput bola guna menghindari penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Memang benar saat ini kita sedang menggencarkan pelaksanaan vaksinasi PMK. Kegiatan baru kita mulai dan ditargetkan selesai akhir Oktober 2026," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, di Bengkulu Tengah, Kamis (08/10).
Untuk mencapai target pihaknya melalui Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Bengkulu Tengah membentuk lima tim untuk terjun ke setiap wilayah guna memastikan jangkauan vaksinasi tidak menumpuk di satu titik.
Tim tersebut tidak menunggu pemilik ternak datang ke fasilitas pelayanan, kata dia, tetapi para petugas turun langsung menemui pemilik dan melakukan penyuntikan di lokasi ternak.
"Penyakit PMK disebabkan oleh virus Aphthovirus (genus Picornaviridae) dengan gejala khasnya meliputi demam tinggi, lepuh di mulut atau lidah, air liur berlebihan dan luka pada kaki ataupun kuku," ujar dia.
Sebelumnya, pada April 2026 Pemprov Bengkulu menerima alokasi vaksin PM) dari pemerintah pusat sebanyak 19.500 dosis yang disalurkan ke seluruh daerah di wilayah tersebut.
Alokasi vaksin PMK di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2025 Provinsi Bengkulu menerima 15.450 dosis vaksin.
Sebanyak 19.500 dosis tersebut disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu sesuai dengan kebutuhan serta populasi ternak di masing-masing wilayah.
Namun Pemprov Bengkulu memprioritaskan daerah yang jumlah ternaknya tinggi dan sebelumnya pernah atau rawan terjadinya kasus PMK, seperti Kabupaten Seluma, Kabupaten Mukomuko, dan Kabupaten Bengkulu Tengah.
Untuk penyaluran vaksin PMK dari pemerintah pusat itu merupakan salah satu upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular, yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi sektor peternakan, khususnya ternak sapi dan kerbau di wilayah tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!