IHSG Hari Ini Menguat di Tengah Ketidakpastian, Investor Mulai Pulihkan Kepercayaan

Kamis, 05 Nov 2026, 17:35 WIB

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditopang kombinasi sentimen domestik dan global mencerminkan mulai membaiknya kepercayaan investor terhadap prospek pasar saham.

Namun, penguatan indeks perlu dicermati secara hati-hati karena pergerakan pasar masih rentan terhadap perubahan arah kebijakan ekonomi global, dinamika suku bunga, dan persepsi risiko terhadap fundamental domestik.

Ket. Foto: Ilustrasi - Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham atau IHSG di Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dhemas Reviyanto

Tantangannya bukan sekadar menjaga reli indeks, melainkan memastikan penguatan pasar modal didukung arus investasi yang berkelanjutan, kinerja emiten yang solid, serta perbaikan iklim investasi di dalam negeri.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/11) sore, ditutup menguat 110,49 poin atau 2,25 persen ke posisi 5.030,26 ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,40 poin atau 2,47 persen ke posisi 513,64.

“Sentimen eksternal dan internal menopang penguatan IHSG,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (5/11).

Dari dalam negeri, Nico mengatakan pelaku pasar terus memantau perkembangan yang dilakukan oleh regulator pasar modal Indonesia.

Ia menyebut sentimen membaik setelah regulator mengumumkan sanksi baru atas dugaan pelanggaran pasar saham sebagai bagian dari reformasi menyusul peringatan MSCI tentang potensi penurunan peringkat pasar.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan tumbuh 5,47 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2026, atau lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,29 persen (yoy).

Nico mengatakan capaian itu menjadi sentimen kuat yang mampu meredam risiko penarikan modal asing, serta menjaga nilai tukar Rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian likuiditas global.

Selain itu, lanjutnya, ekspansi ekonomi turut mengamankan pendapatan negara, sehingga pemerintah memiliki ruang fiskal yang aman untuk melanjutkan program belanja strategis dengan tetap menjaga defisit anggaran di bawah batas aman 3 persen PDB.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia menguat setelah kemenangan Partai Demokrat atas Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu (midterm) di Amerika Serikat (AS).

Nico mengatakan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu AS memperkuat harapan akan berakhirnya konflik antara AS dengan Iran, yang memicu penurunan tajam harga minyak.

Ia menyebut Kongres yang dikendalikan oleh Partai Demokrat dapat membatasi pendanaan militer untuk operasi di Timur Tengah, dengan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer berjanji untuk mendorong pengakhiran konflik tersebut.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa Partai Republik kalah karena perang dan mengakui harga bensin sebagai faktor di balik kekalahan tersebut, sambil mengindikasikan bahwa tidak ada rencana segera untuk meningkatkan serangan terhadap Iran.

“Kemudian dengan harga minyak yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan inflasi, mengurangi kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,” ujar Nico.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 3,60 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 2,50 persen dan 2,32 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BAJA, BELL, MKNT, UVCR dan MSKY. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NAYZ, LOPI, LUCY, RELF, dan BSWD.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 9,97 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,45 miliar lembar saham senilai Rp22,45 triliun. Sebanyak 505 saham naik 219 saham menurun, dan 239 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 1,66 persen ke 61.158,00, indeks Kospi melemah 5,28 persen ke 5.383,80, indeks Shanghai menguat 0,10 persen ke 3.689,91, indeks Hang Seng menguat 3,67 ke 24.796,98, dan indeks Strait Times menguat 0,63 persen ke 5.301,83.

  • ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.