112 Ribu Ton Jagung Murah Disebar Bulog, Sasar Peternak Kecil di Seluruh Wilayah

Kamis, 08 Okt 2026, 15:23 WIB

JAKARTA– Kabar baik buat peternak. Perum Bulog memastikan stok jagung nasional masih aman sebanyak 98.442 ton dan terus mengobral jagung pakan murah Rp5.000 per kilogram lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bos Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan peternak tidak perlu panik jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ket. Foto: Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), BULOG menyalurkan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram guna mendukung ketersediaan bahan baku pakan yang terjangkau bagi peternak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan nasional — Sumber: istimewa

"Peternak tidak perlu khawatir karena secara nasional, stok jagung yang dikelola Bulog sangat memadai. Fokus kami mempercepat pergerakan stok ke daerah-daerah yang membutuhkan," kata Rizal di Jakarta, Rabu (8/10/2026).

Percepatan penyaluran ini sudah menunjukkan hasil. Per 7 Oktober 2026, Bulog telah menyalurkan 185.699 ton dari total alokasi 241.972 ton atau sudah 76,7 persen.

Secara khusus untuk peternak mikro, penyaluran bahkan sudah mencapai 112.205 ton atau 74,71 persen dari pagu 150.171 ton. Jagung murah ini sudah dirasakan 7.553 peternak yang tergabung dalam 151 koperasi dan asosiasi di seluruh Indonesia.

Untuk meratakan stok, Bulog menggeber mekanisme movement nasional (movenas) ke wilayah yang permintaannya tinggi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Sumatera Barat.

Tak hanya menyalurkan, Bulog juga terus menyerap hasil panen petani. Tahun ini, pemerintah menargetkan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sebanyak 1 juta ton dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kg di tingkat petani dan Rp6.400 per kg di gudang Bulog.

Langkah hulu-hilir ini, kata Rizal, untuk menjaga keseimbangan nasib petani dan peternak agar tetap untung.

"Bagi kami, menjaga stabilitas jagung bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha peternak sebagai bagian penting dari ketahanan pangan nasional," tegasnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.