Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

112 Ribu Ton Jagung Murah Disebar Bulog, Sasar Peternak Kecil di Seluruh Wilayah

30 Kamis, 08 Okt 2026, 15:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
112 Ribu Ton Jagung Murah Disebar Bulog, Sasar Peternak Kecil di Seluruh Wilayah 112 Ribu Ton Jagung Murah Disebar Bulog, Sasar Peternak Kecil di Seluruh Wilayah Doc: istimewa
Ket. Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), BULOG menyalurkan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram guna mendukung ketersediaan bahan baku pakan yang terjangkau bagi peternak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan nasional

JAKARTA– Kabar baik buat peternak. Perum Bulog memastikan stok jagung nasional masih aman sebanyak 98.442 ton dan terus mengobral jagung pakan murah Rp5.000 per kilogram lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bos Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan peternak tidak perlu panik jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Peternak tidak perlu khawatir karena secara nasional, stok jagung yang dikelola Bulog sangat memadai. Fokus kami mempercepat pergerakan stok ke daerah-daerah yang membutuhkan," kata Rizal di Jakarta, Rabu (8/10/2026).

Percepatan penyaluran ini sudah menunjukkan hasil. Per 7 Oktober 2026, Bulog telah menyalurkan 185.699 ton dari total alokasi 241.972 ton atau sudah 76,7 persen.

Secara khusus untuk peternak mikro, penyaluran bahkan sudah mencapai 112.205 ton atau 74,71 persen dari pagu 150.171 ton. Jagung murah ini sudah dirasakan 7.553 peternak yang tergabung dalam 151 koperasi dan asosiasi di seluruh Indonesia.

Untuk meratakan stok, Bulog menggeber mekanisme movement nasional (movenas) ke wilayah yang permintaannya tinggi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Sumatera Barat.

Tak hanya menyalurkan, Bulog juga terus menyerap hasil panen petani. Tahun ini, pemerintah menargetkan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sebanyak 1 juta ton dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kg di tingkat petani dan Rp6.400 per kg di gudang Bulog.

Langkah hulu-hilir ini, kata Rizal, untuk menjaga keseimbangan nasib petani dan peternak agar tetap untung.

"Bagi kami, menjaga stabilitas jagung bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha peternak sebagai bagian penting dari ketahanan pangan nasional," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Olahraga
Michael Carrick: MU Haus Ke...
Ekonomi
Kolaborasi Hijau Dibuka, In...
Ekonomi
APBN Harus Lincah, Jangan K...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.