Denmark Perkuat Pertahanan, 1.500 Warga Gabung Pasukan Cadangan Sejak Awal 2026

Rabu, 07 Okt 2026, 03:00 WIB

Odense, Denmark - Bersembunyi di tepian hutan, satu kompi Garda Dalam Negeri Denmark mendengar suara mencurigakan—serangan yang telah mereka nantikan selama latihan perang sepanjang akhir pekan.

Para prajurit kemudian terbagi menjadi dua kelompok di antara pepohonan dan membalas tembakan dari "penyerang" hingga akhirnya berhasil mengalahkan mereka.

Ket. Foto: "Kami bukan sekadar sekelompok pria yang berlarian sambil bermain-main,” kata Komandan Jess Nielsen. — Sumber: AFP

Kekhawatiran terhadap memburuknya situasi keamanan global mendorong warga Denmark berbondong-bondong bergabung dengan pasukan militer cadangan tersebut, yang telah menjadi kekuatan pendukung bagi angkatan darat sejak 1949.

"Banyak orang bergabung karena mereka bisa melihat seperti apa kondisi dunia saat ini dan mereka ingin ikut berkontribusi," kata Gert Knudsen, kepala Garda Dalam Negeri di wilayah Funen.

Sejak awal 2026, sebanyak 1.500 sukarelawan—laki-laki, perempuan, muda maupun tua—telah mendaftar, sehingga jumlah anggota pasukan cadangan itu mencapai 13.400 orang. Pasukan tersebut belum pernah mendapat minat sebesar ini sejak dekade 1980-an.

"Orang-orang sudah menyadari bahwa kami bukan sekadar sekelompok pria yang berlarian sambil bermain-main," kata Jess Nielsen, kepala kompi yang sedang bergerak diam-diam di dalam hutan.

Latihan akhir pekan tersebut merupakan bagian dari Operasi "Blaatand" (Bluetooth) yang digelar secara nasional di pulau Funen dan Jutland. Operasi itu melatih para prajurit sukarelawan dengan berbagai keterampilan baru untuk menghadapi dunia yang terus berubah.

"Angkatan bersenjata saat ini sedang membentuk unit-unit baru, seperti pertahanan udara berbasis darat. Itu berarti ada berbagai elemen baru yang perlu kami masukkan ke dalam latihan," kata Knudsen.

Di Pulau Funen, tempat kompi Nielsen bermarkas, para prajurit berlatih pertempuran serta melindungi infrastruktur penting.

Nielsen ingin para anggotanya meningkatkan keterampilan, termasuk dalam menjaga pos pemeriksaan dan merespons "tindakan agresi".

Denmark meningkatkan anggaran pertahanannya sejak Rusia menginvasi Ukraina, yang merupakan sekutu Kopenhagen, pada 2022.

"Ini memang latihan, tetapi anggapan bahwa hal seperti ini benar-benar bisa terjadi kini menjadi lebih nyata," kata Knudsen mengenai Operasi Bluetooth.

"Kami menanggapinya sedikit lebih serius dibandingkan sebelumnya karena sekarang kami tahu bahwa tidak lama lagi, kami mungkin harus berada di lapangan dan benar-benar mampu melakukan hal ini."

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.