Menlu AS dan Russia Bahas Rencana Pertemuan Trump-Putin di APEC

Senin, 02 Nov 2026, 02:40 WIB

ATLANTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, pada Sabtu (31/10) mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan mitranya dari Russia, Sergei Lavrov, di sela-sela pembicaraan G20, dan membahas kemungkinan interaksi antara pemimpin kedua negara tersebut bulan depan.

"Kami sempat berbincang singkat mengenai peluang bagi para pemimpin kami untuk berinteraksi di APEC bulan depan," ujar Menlu Rubio merujuk pada pertemuan puncak Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan berlangsung di Kota Shenzhen, Tiongkok, pada pertengahan November.

Ket. Foto: Marco Rubio — Sumber: AFP/ERIK S LESSER

Namun, dalam sebuah konferensi pers, Menlu Rubio menegaskan bahwa ia tidak mengadakan pertemuan formal dengan Lavrov selama pertemuan dua hari para menteri luar negeri G20 di Atlanta, Georgia.

Pertemuan antara negara-negara ekonomi utama anggota G20 yang mencakup AS, Russia, Tiongkok, India, Prancis, dan Jerman, berakhir pada hari Sabtu.

Pernyataan Menlu Rubio disampaikan sehari setelah menteri luar negeri Russia tersebut mengatakan kepada para wartawan bahwa mereka berdua telah melakukan perbincangan yang baik.

Kehadiran Menlu Lavrov di Atlanta sempat memicu ketegangan di kalangan negara-negara Eropa. Russia saat ini telah dikucilkan oleh sebagian besar negara Barat sejak invasi mereka ke negara tetangga, Ukraina, pada tahun 2022.

Pertemuan para menteri luar negeri ini ditujukan untuk mempersiapkan landasan bagi pertemuan puncak para pemimpin G20 pada bulan Desember di Miami, tepatnya di resor Doral milik Presiden Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, ketegangan diplomatik mungkin akan semakin tajam mengingat Trump telah mengundang Presiden Russia, Vladimir Putin.

Presiden AS tersebut mengatakan kepada wartawan pada Sabtu bahwa ia tidak keberatan jika Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, juga diundang.

Pada Jumat (30/10) lalu, rencana untuk sesi foto bersama para menteri G20 yang merupakan tradisi dalam pertemuan tersebut, dibatalkan karena beberapa pejabat Eropa keberatan untuk tampil berdampingan dengan Menlu Lavrov.

Di sisi lain, kehadiran menteri Russia tersebut juga menunjukkan hubungan AS-Rusia yang mulai menghangat.

"Selalu penting bagi AS dan Russia untuk tetap berkomunikasi pada tingkat tertentu, mengingat adanya risiko eskalasi di masa depan," kata Menlu Rubio kepada wartawan pada Sabtu.

Merujuk pada konflik Russia-Ukraina serta kepemilikan senjata nuklir oleh Moskwa, Menlu Rubio mengatakan bahwa jika mereka dapat berperan dalam menengahi pengakhiran konflik tersebut dan AS siap untuk menjalankan peran itu.

"Dan untuk menjalankan peran tersebut, kita harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan kedua belah pihak," pungkas dia. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.