Kualitas Udara Palu Memburuk, JATAM Sulteng Desak Perlindungan Kesehatan Warga
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 17:25 WIB | Oleh: AlfredTaufik mengatakan memburuknya kualitas udara tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan faktor alam seperti El Nino. Berdasarkan informasi BMKG, sebaran asap kebakaran hutan dan lahan dari Morowali, Tojo Una-Una, dan Papua Selatan turut memengaruhi kondisi udara di Kota Palu.
Menurut dia, kebakaran hutan dan lahan, aktivitas pertambangan, serta industri pengolahan mineral merupakan aktivitas yang harus dikendalikan melalui perizinan, pengawasan, penegakan hukum, dan pemulihan lingkungan.
JATAM Sulteng meminta pemerintah membuka akses data kualitas udara, titik kebakaran, perizinan pertambangan, serta hasil pengawasan lingkungan secara transparan kepada masyarakat.
Selain itu, pemerintah diminta menghentikan atau membekukan kegiatan usaha yang terbukti melanggar persyaratan lingkungan, mengabaikan kewajiban pengendalian pencemaran, atau membahayakan kesehatan masyarakat.
"Udara bersih adalah hak warga. Pemerintah harus hadir memberikan perlindungan ketika masyarakat menghadapi kondisi udara yang membahayakan kesehatan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!