Formula 1: FIA Selidiki Bug Perangkat Lunak yang Bikin Start GP Bahrain Kacau
Selasa, 06 Okt 2026, 00:50 WIBSEPANG â Federasi Automobil Internasional (FIA) akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap bug perangkat lunak yang menyebabkan kekacauan menjelang start Grand Prix Bahrain di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (4/10).
Masalah tersebut membuat sejumlah mobil Formula 1 kehilangan tenaga pada lap pemanasan setelah hujan deras mengguyur lintasan. Kondisi itu bahkan memaksa start balapan ditunda dan sejumlah pembalap mengalami situasi yang tidak biasa.
Juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton dan juara dunia empat kali Max Verstappen termasuk di antara pembalap yang terdampak gangguan tersebut.
Verstappen, yang akhirnya memenangi balapan, menggambarkan situasi itu seperti mengikuti âbalapan Legoâ yang pernah digelar di Silverstone menjelang Grand Prix Inggris.
Sementara itu, Hamilton harus menghentikan mobilnya di lintasan sebelum menyalakannya kembali. Pembalap Ferrari tersebut mengaku kejadian itu merupakan pengalaman pertama dalam kariernya.
Masalah teknis tersebut menambah persoalan pada musim pertama era baru Formula 1 yang menggunakan mobil dan unit tenaga dengan karakter berbeda.
Sejak awal musim, sejumlah pembalap telah mengeluhkan meningkatnya peran komponen elektrifikasi pada unit tenaga serta tuntutan manajemen energi yang semakin kompleks.
FIA menjelaskan bahwa gangguan tersebut terjadi akibat kombinasi kondisi yang belum pernah muncul sebelumnya.
âGabungan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara putaran mesin rendah, kondisi grip yang rendah, pengaturan manajemen energi untuk cuaca basah, serta konfigurasi sektor Sirkuit Sepang menyebabkan hilangnya tenaga secara tidak disengaja pada sejumlah mobil,â demikian pernyataan FIA.
Masalah itu baru diketahui ketika mobil-mobil telah berada di lintasan.
FIA kemudian menghapus batasan energi pada sektor-sektor yang terdampak melalui pembaruan perangkat lunak. Pembaruan tersebut didistribusikan kepada seluruh tim selama penundaan balapan akibat hujan deras.
Langkah tersebut memungkinkan tim melakukan penyesuaian terhadap unit tenaga sebelum balapan akhirnya dimulai.
Yang membuat FIA semakin serius adalah fakta bahwa masalah tersebut tidak terdeteksi selama pengujian maupun ketika mobil menjalani lap menuju grid.
âMasalah ini tidak terdeteksi oleh FIA maupun tim selama pengujian atau ketika melakukan lap menuju grid. FIA, bersama tim dan produsen unit tenaga, akan melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap masalah ini,â demikian pernyataan tersebut.
Direktur FIA untuk sektor single-seater, Nikolas Tombazis, mengakui kurangnya pengujian dalam kondisi basah sebelum musim dimulai turut berperan dalam terjadinya insiden.
âBeberapa mobil melaju sangat lambat, bahkan hampir berhenti. Ada efek seperti akordeon di antara mobil-mobil dan beberapa mobil nyaris berhenti sepenuhnya,â kata Tombazis kepada wartawan.
âBug tersebut mencegah tenaga disalurkan kembali sehingga mobil-mobil bisa melaju lagi.â
Menurut Tombazis, pengujian yang lebih banyak dalam kondisi basah kemungkinan besar dapat membantu FIA dan tim menemukan masalah tersebut lebih awal.
âSaya pikir jika kami melakukan sedikit lebih banyak pengujian, kemungkinan besar kami bisa menemukan masalah ini tepat waktu dan tidak mengalami situasi seperti ini,â ujarnya.
Grand Prix Bahrain menjadi akhir pekan balapan pertama musim ini yang benar-benar menghadirkan kondisi basah. Meski hujan deras menyebabkan kekacauan sebelum start, lintasan kemudian mengering ketika balapan berlangsung.
Tombazis mengakui insiden tersebut menjadi pelajaran bagi FIA dan seluruh pihak yang terlibat.
âKadang-kadang ada hal yang lolos dari perhatian. Orang-orang kemudian belajar dari hal tersebut dan melakukan pekerjaan yang lebih baik pada kesempatan berikutnya,â katanya.
Di luar persoalan teknis di lintasan, Formula 1 tetap memberikan dampak ekonomi yang besar bagi kawasan.
Menurut perkiraan resmi, penyelenggaraan F1 menghasilkan sekitar 145 juta dolar Singapura dalam penerimaan pariwisata tambahan bagi Singapura setiap tahun.
Ekonom Maybank, Chua Hak Bin, memperkirakan angka tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 160 juta dolar Singapura tahun ini.
Menurut Chua, dampaknya tidak hanya berasal dari kedatangan wisatawan dan penggemar balap. Sejumlah kesepakatan bisnis yang lahir dari berbagai acara pendamping Formula 1 juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Dengan demikian, insiden bug perangkat lunak di Sepang menjadi pengingat bahwa era baru Formula 1 membawa tantangan teknologi yang tidak sederhana.
Di satu sisi, FIA dan tim dituntut memastikan teknologi baru dapat bekerja dalam berbagai kondisi. Di sisi lain, setiap kesalahan kecil pada perangkat lunak dapat berdampak langsung pada keselamatan, performa, dan jalannya balapan.
Setelah kekacauan di Sepang, FIA kini memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan masalah serupa tidak kembali mengganggu jalannya kompetisi.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Rute Baru! Maskapai China Southern Airlines Buka Penerbangan Langsung Shenzhen-Surabaya
-
Manchester United Tersingkir dari Piala Liga, Keunggulan 2-0 Berujung Kekalahan 2-3
-
La Liga Spanyol: Gol Espi di Menit 91 Selamatkan Real Madrid dari Kejutan Elche
-
Nairobi Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2029, Catat Sejarah Baru Afrika
-
Lenovo Perluas Portofolio Yoga dengan Laptop AI dan Tablet untuk Kreator
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.