Sikap Tegas Somalia Bersama Mesir Jaga Pasokan Air Sungai Nil
📅 Senin, 05 Okt 2026, 16:52 WIB | Oleh: Deri HenriawanKeempat negara tersebut menegaskan penolakan mereka terhadap "setiap langkah sepihak yang merugikan pemanfaatan air yang ada saat ini bagi kedua negara hilir Sungai Nil."
Mesir dan Sudan, dua negara bagian hilir, terlibat sengketa dengan Ethiopia (negara di bagian hulu) terkait pembangunan bendungan di Sungai Nil dan keengganan Ethiopia untuk menandatangani perjanjian mengikat yang mengatur pengisian serta pengoperasian bendungan tersebut.
Mesir khawatir proyek itu dapat memengaruhi alokasi air tahunannya yang sebesar 55,5 miliar meter kubik.
Keempat pemimpin tersebut juga sepakat untuk mengadakan pertemuan puncak "secara berkala, dan kapan pun diperlukan, guna meningkatkan konsultasi serta koordinasi di antara mereka."
Pada Kamis (1/10), Ethiopia memutuskan hubungan dengan Eritrea dan mengusir seorang diplomat Mesir, yang memicu tindakan balasan dari kedua negara tersebut.
Perkembangan itu terjadi di tengah krisis yang melanda Ethiopia menyusul eskalasi serangan pada akhir September oleh Tigray People's Liberation Front (TPLF), kelompok yang menentang pemerintahan Abiy, serta penguasaan bandara oleh kelompok tersebut.
Addis Ababa menuduh negara tetangga Eritrea maupun Mesir mendukung kelompok tersebut. Kedua negara telah berulang kali membantah tuduhan mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!