Indonesia Usul MoU Kemitraan Mineral Hijau dengan Chile
📅 Senin, 05 Okt 2026, 10:16 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno mengusulkan penyusunan nota kesepahaman (MoU) Green Minerals Partnership antara Indonesia dan Chile untuk memperkuat kerja sama bidang energi dan mineral kritis.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Santiago menyatakan MoU tersebut mencakup proyek industri bersama, koalisi negara produsen, teknologi pertambangan hijau, platform investasi, dan strategi distribusi berbasis kelautan.
Usulan itu disampaikan Wamenlu Havas saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Chile Francisco Perez Mackenna di sela-sela Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Mission (INALAC-BM) 2026 di Santiago, Chile, pada Kamis (1/10).
Menlu Mackenna menyambut baik dan akan menindaklanjuti usulan tersebut pada kesempatan pertama. Mackenna juga menunjukkan ketertarikan pada kapasitas produksi vaksin BioFarma dan potensi pengadaan vaksin untuk Chile.
Kedua pihak sepakat untuk mengutamakan pemanfaatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile (IC-CEPA) pada sektor baterai dan vaksin.
Selain itu, Havas mendorong kerja sama pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik antara Corporacion Nacional del Cobre (Codelco), PT Freeport Indonesia, dan INALUM.
Codelco, yang merupakan badan usaha milik Pemerintah Chile, menyatakan terbuka untuk bekerja sama di bidang riset dan teknologi dengan Indonesia.
Havas juga mengusulkan pembentukan Indonesia-Chile Industrial Bridge di sektor pertambangan antara INALUM, Freeport, dan Codelco bersama dengan Elecmetal, perusahaan terkemuka di Chile.
Kerja sama tersebut juga akan melibatkan terkait pengelolaan limbah sisa hasil pengolahan biji mineral atau tailing yang lebih ramah lingkungan berikut pemanfaatan lebih lanjut.
Dalam pertemuan itu, Havas mendorong penjajakan kontrak jangka panjang, partisipasi Petrobras, badan usaha sektor migas milik Brasil, dalam lelang blok migas di Indonesia serta usaha patungan di negara ketiga.
Perwakilan Petrobras, yang saat itu sedang berada di Santiago, menyatakan kesiapan kerja sama dengan Pertamina dalam kerangka diversifikasi guna menghadapi perkembangan situasi geopolitik saat ini.
Pada Jumat (2/10), Havas berkunjung ke Puerto San Antonio, otoritas pelabuhan kontainer Chile, dan mengundang mereka untuk datang ke Indonesia untuk bertemu dengan para operator pelabuhan dan kontraktor berpengalaman di Indonesia.
Puerto San Antonio menawarkan tender konsesi terminal kontainer dan logistik kargo curah bersih (clean bulk) yang akan berakhir pada 2029 serta proyek perluasan pelabuhan melalui reklamasi bagi perusahaan konstruksi Indonesia.
IC-CEPA ditandatangani pada 14 Desember 2017 dan perjanjian tersebut mulai diimplementasi pada 10 Agustus 2019.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!