Dari Pohon Aren Jadi Industri Bernilai Tinggi, PGE Buka Potensi Baru di Sulut

Senin, 05 Okt 2026, 05:37 WIB

MANADO - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong mengembangkan industri gula aren berbasis agroforestri di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Kami terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan upaya perlindungan lingkungan. Salah satunya melalui Program Segaris Pelangi, yakni strategi pengembangan Industri Gula Aren Berbasis Agroforestri," kata General Manager PGE Area Lahendong Yanuaris Dwi Cahyono, di Manado, Minggu.

Ket. Foto: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong mendukung pelaku UMKM gula aren di Sulut. — Sumber: Antara foto

Dia mengatakan program tersebut mengembangkan tanaman aren dengan pendekatan agroforestri, yakni sistem pemanfaatan lahan yang mengombinasikan tanaman budidaya dengan vegetasi alami. 

Pendekatan ini dilakukan dengan tetap mempertahankan naungan dan vegetasi hutan sehingga pemanfaatan lahan dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Berdasarkan data dalam Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL), program Segaris Pelangi telah mencatat sebanyak 789 individu tanaman aren yang dikembangkan pada area seluas 6,7 hektare. 

Menurutnya, pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PGE dalam mendorong potensi ekonomi lokal sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasi.

Upaya konservasi di wilayah operasi perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekosistem setempat. Menurutnya, pelaksanaan program juga perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar upaya perlindungan lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program Segaris Pelangi menjadi salah satu bentuk integrasi antara konservasi lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Melalui pengembangan aren berbasis agroforestri, PGE Area Lahendong berupaya mempertahankan fungsi ekologis kawasan sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil tanaman untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, kata dia, PGE Area Lahendong terus mendorong upaya konservasi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah operasinya. 

Upaya itu dilakukan dengan mengintegrasikan perlindungan keanekaragaman hayati, keterlibatan masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi lokal sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan pengembangan panas bumi.

Dia menegaskan bahwa pengembangan energi panas bumi harus berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan pengembangan potensi panas bumi tetap memperhatikan kondisi ekologis dan sosial di setiap wilayah operasi.

Bagi PGE, keberlanjutan merupakan bagian dari bagaimana kami menjalankan operasional dan mengembangkan potensi panas bumi dengan tetap memperhatikan perlindungan keanekaragaman hayati serta manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.