Foto: Pemerintah Kaltara Bidik KKMB Jadi Pusat Riset Mangrove Dunia

Bekantan dari Koloni Rafael bertengger di dahan salah satu pohon Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (4/11). Hingga saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) masih memperjuangkan legalitas definitif agar kawasan yang merupakan Paru-paru hijau pelindung abrasi pesisir sekaligus rumah serta ruang rehabilitasi bagi sekitar 40 - 41 Primata Endemik Kalimantan, Bekantan (Nasalis larvatus), Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) dan10 spesies satwa dilindungi lainnya ini, menjadi Objek ekowisata Taman Hutan Raya (Tahura) merangkap Laboratorium Alam dan pusat riset Mangrove Global.

Siswa SMP mendengarkan penjelasan saat berkunjung ke Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (4/11).

 

Bekantan dari Koloni Rafael bertengger di dahan salah satu pohon Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (4/11).

 

Petugas menjelaskan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (4/11).

 

Monyet Ekor Panjang makan pisang di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (4/11).

Doc. Foto: Koran Jakarta/M. Fachri

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.