Formula 1: George Russell Kebingungan Usai Finis Kedelapan di GP Amerika Serikat
Selasa, 27 Okt 2026, 00:09 WIBAUSTIN â George Russell masih mencari jawaban atas penampilan mengecewakannya di Grand Prix Amerika Serikat. Pembalap Mercedes itu hanya mampu finis di posisi kedelapan dalam balapan di Circuit of the Americas, Austin, Senin (26/10), ketika rekan setimnya, Kimi Antonelli, tampil sebagai pemenang dan semakin dekat dengan gelar juara dunia Formula 1.
Russell memulai balapan dari posisi keenam. Namun, kecepatannya sepanjang lomba tidak sesuai harapan. Ia juga menerima penalti lima detik akibat insiden dengan Oscar Piastri dari McLaren, yang semakin menyulitkan upayanya meraih hasil lebih baik.
Pembalap asal Inggris tersebut mengaku belum menemukan penjelasan yang memadai atas penurunan performanya.
âSaya perlu mencoba memahami penyebabnya. Rasanya aneh ketika tertinggal begitu jauh, jadi semoga ada jawaban yang bisa ditemukan. Namun, untuk saat ini, saya belum punya jawabannya,â kata Russell kepada Sky Sports.
Ketika ditanya mengenai penyebab utamanya, Russell hanya bisa mengakui bahwa dirinya tidak cukup cepat.
Russell menilai masalah terbesar terjadi pada stint pertama. Setelah masuk pit dan beralih menggunakan ban keras, ia sempat menunjukkan kecepatan yang sebanding dengan Antonelli selama beberapa putaran.
Namun, peluang memperbaiki posisi kembali terhambat ketika ia berada di belakang Piastri dan kesulitan melakukan manuver menyalip.
âKecepatan kami tidak bagus pada stint pertama. Namun, setelah keluar dari pit menggunakan ban keras, mungkin ada enam putaran ketika saya mencatat waktu yang sama dengan Kimi,â ujar Russell. âSetelah itu, saya mendekati Oscar dan tidak bisa menyalipnya. Enam putaran bagus, 50 putaran buruk. Saya ingin memahami mengapa kecepatan pada stint pertama begitu buruk.â
Hasil di Austin menjadi pukulan bagi Russell dalam persaingan internal Mercedes. Ia masih menjadi pesaing terdekat Antonelli dalam klasemen, tetapi kini tertinggal 123 poin.
Dengan maksimal 125 poin yang masih bisa diperebutkan, Antonelli berada di ambang kepastian gelar juara dunia. Gelar tersebut berpeluang dipastikan pada Grand Prix Meksiko pekan depan.
Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, menegaskan bahwa hasil buruk di Austin tidak mengubah pandangannya terhadap kemampuan Russell. Menurut dia, pebalap Inggris tersebut tetap layak ditempatkan di antara para pebalap terbaik di dunia.
Wolff menilai persoalan Russell musim ini lebih berkaitan dengan konsistensi performa mobil dan kesesuaiannya dengan karakteristik berkendara sang pebalap.
âBagi kami semua di tim, George adalah seorang juara. Dia telah menang di setiap kategori dan menurut saya layak berada dalam kelompok pebalap terbaik. Kami sudah melihat kualitas itu tahun lalu,â kata Wolff.
âNamun, tahun ini kami melihat hasil yang sangat bervariasi. Ketika kami mendapatkan pengaturan mobil yang sesuai dengannya, dia sangat cepat. Tetapi, ketika mobil keluar dari jendela operasional yang tepat, dia mengalami kesulitan. Bahkan, kesulitannya mungkin lebih besar dibandingkan Kimi.â
Wolff menegaskan Mercedes perlu mencari solusi bersama Russell untuk memahami mengapa performanya bisa berubah begitu drastis dari satu balapan ke balapan lainnya.
âKami harus mencari tahu bagaimana bisa ada perbedaan sebesar itu dalam cara mengemudi dan performa. George tidak mungkin setengah detik atau tiga persepuluh detik lebih lambat daripada Kimi. Itu sama sekali bukan gambaran yang sebenarnya,â ujarnya.
Bagi Russell, hasil di Austin menjadi pekerjaan rumah besar menjelang seri berikutnya. Ia perlu menemukan kembali kecepatan dan konsistensi yang selama ini menjadi salah satu kekuatannya.
Sementara itu, Mercedes memiliki dua kepentingan berbeda menjelang Grand Prix Meksiko: membantu Antonelli menuntaskan perburuan gelar juara dunia sekaligus menemukan solusi agar Russell kembali tampil kompetitif.
Dengan selisih hanya dua poin dari jumlah maksimal poin yang masih tersedia untuk mengejar ketertinggalan, peluang Russell merebut gelar secara matematis masih terbuka. Namun, ia membutuhkan hasil luar biasa sekaligus kegagalan besar dari Antonelli untuk membalikkan keadaan.
Untuk saat ini, perhatian Russell bukan hanya tertuju pada hasil akhir, melainkan juga pada upaya memahami mengapa kecepatannya di Austin begitu jauh dari standar yang ia harapkan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Prasasti: Demi Tumbuhkan Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja,Perlunya Kebijakan Untuk Bantu Usaha Jadi Unggul
-
Perkuat Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Magelang Dorong Tim Penggerak PKK
-
Lahan Pertanian Sulsel Terdampak Kekeringan, Produksi Terancam
-
Militansi Jakmania di Yogyakarta Bikin Stjepan Loncar "Kesetanan", Cetak Brace saat Persija Bantai PSIM
-
Persaingan Puncak Liga Italia Memanas, Lazio Menang, Juventus dan Milan Tertahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.