Memperketat Pengawasan untuk Antisipasi Influenza A di Sulsel
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim PenulisMakassar - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap peningkatan aktivitas virus influenza A yang terpantau secara nasional, untuk pencegahan penularan di daerah setempat.
"Langkah ini dilakukan melalui penguatan surveilans dan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dr Evi Mustikawati Arifin di Makassar, Minggu.
Pihaknya mengikuti arahan Kementerian Kesehatan dengan meningkatkan pemantauan terhadap kasus influenza-like illness (ILI) atau penyakit serupa influenza serta infeksi saluran pernapasan akut berat.
Menurut dia, peningkatan aktivitas influenza secara nasional masih berada dalam rentang kewaspadaan dan belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Meski demikian, pemerintah daerah diminta memperkuat deteksi dini dan kesiapan layanan kesehatan.
Oleh karena itu, kata dia, penguatan surveilans menjadi salah satu langkah penting mengidentifikasi perkembangan kasus sejak awal sekaligus memastikan penanganan pasien sesuai tingkat keparahan penyakit.
"Hingga awal Oktober 2026, Dinkes Sulsel belum menemukan kasus influenza A di wilayah Sulsel. Meski begitu, kita harus tetap waspada," katanya.
Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan aktivitas influenza pada Agustus hingga September 2026, yang masih mengikuti pola musiman di Indonesia dan sejumlah negara ASEAN.
Evi mengingatkan masyarakat agar tidak mengaitkan peningkatan influenza secara langsung dengan cuaca panas atau fenomena El Nino. Pasalnya, influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, sedangkan peningkatan aktivitas dapat mengikuti pola musiman.
Meski demikian, kondisi cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kebugaran tubuh, antara lain akibat kelelahan, kurang tidur, maupun dehidrasi. Masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Dinkes Sulsel juga memastikan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, tetap siap melakukan deteksi, pemeriksaan, pemantauan, dan penanganan pasien sesuai kondisi klinis masing-masing.
Untuk kasus dengan gejala ringan, penanganan umumnya dapat dilakukan melalui istirahat dan terapi suportif. Khusus pasien dengan gejala berat maupun mereka yang termasuk kelompok berisiko tinggi memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Terkait ketersediaan obat, ia menyebutkan, Kementerian Kesehatan telah mempercepat distribusi antivirus, termasuk Oseltamivir, ke fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, obat tersebut tidak diperuntukkan bagi konsumsi massal dan harus digunakan berdasarkan indikasi medis serta pemeriksaan dokter.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian obat secara berlebihan atau aksi borong.
Menurutnya, langkah yang lebih penting memastikan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan dan memperkuat kesiapan pelayanan medis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!