Telkom Alihkan 90% Aset Jaringan, Strategi Unlocking Value Digenjot

Jumat, 02 Okt 2026, 00:00 WIB

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk secara resmi mengalihkan pengelolaan lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan perseroan kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia. Aksi korporasi ini sebagai bagian dari transformasi bisnis dan strategi optimalisasi aset.

Direktur Utama Telkom Indonesia Nanang Hendarno mengatakan langkah tersebut, menyusul persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) atas aksi korporasi pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke InfraNexia.

Ket. Foto: PEMISAHAN USAHA - Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno (kanan) bersama Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf (kiri), dan SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza (tengah) bersiap memberikan keterangan terkait Penandatanganan Akta Pemisahan (spin off) Sebagian Segmen Usaha Wholesale Fiber Connectivity di Jakarta, — Sumber: KORAN JAKARTA/M.FACHRI

“Persetujuan ini menjadi landasan bagi Telkom Group untuk merampungkan proses pemisahan yang mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap agenda transformasi yang kami jalankan,” kata Nanang dalam konferensi pers pemisahan sebagian segmen usaha wholesale fiber connectivity (Tahap 2) Telkom ke InfraNexia, di Jakarta, Rabu (30/9).

Dia menambahkan pemisahan bisnis tersebut merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30, khususnya pilar ketiga mengenai unlocking value melalui monetisasi aset bernilai tinggi dan optimalisasi pengelolaan aset. Dengan pengelolaan infrastruktur yang lebih terfokus di InfraNexia, Telkom melihat peluang untuk meningkatkan utilisasi aset, memperluas jaringan dan membangun lebih banyak kemitraan strategis.

“Dengan lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom yang kini resmi dikelola InfraNexia, kami melihat peluang yang semakin besar untuk meningkatkan utilisasi asetnya, memperluas infrastruktur jaringan dan kemitraan strategis,” ujarnya.

Nanang mengatakan pengelolaan tersebut juga diharapkan dapat membuka akses infrastruktur bagi lebih banyak pelaku industri, sehingga mendukung percepatan pemerataan konektivitas digital di Indonesia. Di sisi lain, aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari transisi Telkom dari operating holding menuju strategic holding dengan model holdco dan operating company (opco).

Melalui struktur tersebut, masing-masing entitas di dalam Telkom Group diharapkan dapat lebih fokus mengembangkan lini bisnisnya, sementara Telkom berperan pada aspek strategis, termasuk tata kelola dan penciptaan sinergi di tingkat grup. “Melalui struktur yang semakin fokus, kami ingin memberikan ruang bagi masing-masing entitas untuk pengembangan bisnisnya secara lebih agile, dengan lini usaha yang terkonsentrasi,” kata Nanang.

Pelanggan Eksternal

Sementara itu, InfraNexia membidik perluasan basis pelanggan eksternal, setelah proses spin-off aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom. Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd Rauf mencatat kontribusi pendapatan dari pelanggan eksternal telah mencapai lebih dari 19 persen terhadap total portofolio hingga semester I-2026.

“Revenue eksternal yang ada di kami sampai dengan H1 tahun 2026 itu sudah di atas 19 persen. Kami akan menjaga angka ini meskipun nanti telah ada spin-off dari aset yang tahap keduanya,” ujar Lukman Hakim dalam konferensi pers pemisahan sebagian segmen usaha wholesale fiber connectivity (Tahap 2) di Jakarta.

Menurutnya, kontribusi pendapatan eksternal tersebut berpotensi sedikit berubah setelah tahap kedua spin-off karena aset yang dikelola InfraNexia akan semakin besar. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan dari pelanggan eksternal menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan lebih dari 30 persen secara tahunan pada semester I 2026.

“Kami harapkan pertumbuhan ini bertahan nanti sama dengan H1,” ujarnya pula.

InfraNexia saat ini masih memiliki Telkomsel sebagai salah satu anchor tenant dalam pemanfaatan infrastruktur yang dikelolanya. Dengan bertambahnya aset pasca-spin-off, perusahaan akan berupaya meningkatkan utilisasi infrastruktur sekaligus memperluas pemanfaatannya kepada pelanggan di luar Telkom Group.

  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.