Harga Diesel AS Melonjak 70 Persen, Trump Desak Eropa Buka Cadangan Strategis
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMenteri Delegasi Prancis untuk Perdagangan Internasional Nicolas Forissier mengatakan kepada AFP di Milwaukee, "Saya tidak dapat membayangkan akan ada larangan."
Dia menekankan pentingnya diesel bagi AS dan negara-negara Eropa. Menurut dia, kedua pihak akan "berusaha mencari solusi."
"Di Prancis, kami akan berusaha menemukan solusi yang seimbang di seluruh dunia," kata Forissier. "Jika bukan dengan Amerika, maka dengan negara-negara lain."
Trump pada Rabu mengatakan masih mempertimbangkan kemungkinan melarang ekspor diesel AS, sembari menambahkan bahwa dia menilai langkah tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan harga bensin meningkat.
"Saya sedang memikirkannya," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pada Rabu bahwa dunia akan "mendengar pengumuman dari teman-teman kami di Eropa" untuk mendorong harga diesel turun.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pelepasan cadangan strategis, kantor kepresidenan Prancis mengatakan tidak ada permintaan semacam itu yang disampaikan ketika Presiden Emmanuel Macron dan Trump bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB pekan lalu.
Macron juga akan segera menggelar pertemuan melalui konferensi video dengan para pemimpin negara-negara G7 "untuk membuat kemajuan terkait berbagai langkah yang dapat digunakan untuk mengatasi kenaikan harga bahan bakar... termasuk koordinasi dalam pelepasan cadangan."
Macron mengumumkan rencana pertemuan tersebut pada 18 September. Pertemuan G7 diperkirakan berlangsung pada pertengahan Oktober, menurut kantor pers Macron.
Harga rata-rata diesel di AS telah melonjak lebih dari 70 persen menjadi 6,39 dolar AS per galon sejak dimulainya perang Iran, berdasarkan data dari organisasi otomotif AAA.
Harga bahan bakar telah menyebabkan biaya hidup melonjak, sehingga Partai Republik pimpinan Trump khawatir dapat kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilihan paruh waktu pada November.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!