- Home
-
- Megapolitan
-
- Menag Nasaruddin Umar Lunc...
Menag Nasaruddin Umar Luncurkan Geber Mas Serentak di 50 Masjid dan Musala di Seluruh Indonesia
Senin, 10 Agu 2026, 15:05 WIBJAKARTA â Kementerian Agama meluncurkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026 secara serentak di seluruh Indonesia. Acara yang berlangsung secara hybrid, daring dan luring, ini dipusatkan dari Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta.Â
Geber Mas melibatkan lebih dari 50 ribu masjid dan musala di seluruh Indonesia. Bukan sekadar kerja bakti massal, gerakan ini menjadi upaya membangun kesadaran ekologis melalui rumah ibadah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin Kick off Geber Mas yang dihadiri Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad dan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim. Secara daring, giat ini diikuti jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, penyuluh agama, penghulu, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI).
"Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi dalam ibadah kalau tempatnya kotor, pengap, atau tidak nyaman?" ujar Menag di Jakarta, Senin (10/8).
Menag menjelaskan bahwa konsep kebersihan dalam ajaran agama tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga mencakup kebersihan batin. Namun, kebersihan fisik tetap menjadi prasyarat penting untuk menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk.
Menag mengajak masyarakat menjadikan kegiatan membersihkan masjid sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Menurutnya, budaya gotong royong membersihkan rumah ibadah perlu dihidupkan kembali agar masjid tidak hanya ramai saat shalat, tetapi juga menjadi ruang yang dirawat bersama oleh jamaah.
"Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, lingkungannya, perbaiki yang rusak. Jangan hanya masjidnya yang dibersihkan, tetapi juga selokan dan area di sekitarnya," pesannya.
Ia menegaskan masjid harus berkembang menjadi pusat pemberdayaan umat yang tidak hanya melayani kebutuhan spiritual, tetapi juga sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.
"Kita ingin rumah ibadah bukan hanya tempat beribadah. Rumah ibadah harus menjadi pusat penguatan ekonomi umat, budaya umat, dan peradaban umat. Kalau selama ini umat yang memberdayakan masjid, ke depan masjid yang memberdayakan umat," tegasnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Abu Rokhmad mengatakan, Gebermas merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Muharram sekaligus implementasi dua program prioritas Menteri Agama, yakni penguatan ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.
"Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Indonesia yang bersih, sehat, resik, dan indah. Karena itu, hari ini diikuti lebih dari 50 ribu masjid dan mushola di seluruh Indonesia," ujarnya.
Abu Rokhmad menyebut sejumlah area yang selama ini kerap luput dari perhatian menjadi fokus utama gerakan, seperti toilet, kamar mandi, tempat wudhu, saluran air, hingga lingkungan sekitar rumah ibadah.
"Masjid yang bersih akan membuat ibadah lebih nyaman. Karena itu kami berharap para penyuluh agama memberikan perhatian lebih terhadap rumah-rumah ibadah di wilayahnya masing-masing," katanya.
- LRT Jakarta Fase 1B
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkab Situbondo Batasi Layanan Program Berantas Plus, Ini Aturan Terbarunya
-
Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Tim Advokasi Minta Hakim Tidak Sahkan Pelimpahan Kasus ke POM TNI
-
4.127 Desa Kebagian! Program IBM PU 2027 Fokus ke Irigasi, Air Bersih, Sampah
-
Petugas Haji Kloter Pertama Disiapkan untuk Bentuk Skema Kedaruratan
-
Fitch Nilai Ketidakpastian Kebijakan jadi Faktor Utama Hambat Kepercayaan Investor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.