Seperti Apa Akhir Kisah Manchester City? Apakah Degradasi dari Liga Premier? Sungguh Petir di Siang Bolong!
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 19:10 WIB | Oleh: OpikKini City juga akan mengajukan banding, dan diberi waktu sampai Jumat pekan ini untuk mengajukan banding.
City, yang kecewa atas putusan komisi independen Premier League, menyatakan bandingnya akan berpijak pada anggapan bahwa putusan komisi independen itu cacat materiil, baik dari segi hukum, prinsip, maupun fakta, selain juga tak bisa dipertanggungjawabkan.
Namun, menurut Simon Leaf dari firma hukum Three Points Law seperti dilaporkan The Financial Times pada Rabu (30/9), City menghadapi tantangan yang sangat berat jika ingin membatalkan putusan komisi independen Liga Premier itu.
Leaf beranggapan kasus ini bukan sekadar sengketa teknis keuangan, tapi juga tentang skema yang sengaja dilakukan City untuk menyamarkan pendanaan dari pemiliknya sebagai pendapatan sponsor. Praktik ini sudah berlangsung selama sepuluh tahun dengan melibatkan jajaran manajemen tertingginya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Leaf justru menilai City harus bersiap menghadapi sanksi berat dari otoritas Liga Inggris, yang bisa berupa denda sangat tinggi, pengurangan poin, dan terberat dikeluarkan dari Liga Premier.
Bentuk sanksi yang terakhir itu didasarkan pada anggapan bahwa City telah membohongi Liga Premier, yang artinya juga tidak jujur kepada 19 klub lain di Liga Premier. City juga dianggap tak menghormati aturan Liga Premier, bahkan dituding telah mengakali aturan liga.
"Semestinya sekarang ada alasan kuat untuk mengusir (City dari Liga Premier)," kata kolumnis World Soccer yang juga wartawan olah raga The Guardian, Jonathan Wilson, dalam tulisannya di The Guardian, Rabu.
Pendapat sama diutarakan oleh Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy yang menilai City dapat dikeluarkan dari Liga Premier karena sudah dinyatakan terbukti bersalah telah melanggar aturan keuangan liga oleh komisi independen Liga Premier.
Manajemen City tentu akan mati-matian membela diri dari putusan itu. Tapi suasana dalam klub itu mungkin tak akan lagi senormal dulu, termasuk suasana hati Elliot Anderson, Haaland, dan rekan-rekannya yang lain.
Mereka bisa kembali senang jika hanya denda yang dijatuhkan kepada klubnya, tapi jika sanksi itu berupa pengurangan poin dan apalagi degradasi dari liga utama, maka itu sungguh petir di siang bolong bagi mereka.
Semoga saja tidak merembet ke pencapaian City selama rentang waktu sepuluh tahun yang diinvestigasi oleh komisi independen Liga Premier. Dalam kurun waktu ini, City tiga kali juara liga, dua kali juara Piala FA, dan tiga kali juara Piala Liga.
Tapi mungkin masih perlu waktu lama untuk bisa sampai ke epilog seperti itu. Namun begitu, dunia sepak bola akan tergoda untuk terus mengikuti seperti apa akhir dari kisah Manchester City. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!