Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seperti Apa Akhir Kisah Manchester City? Apakah Degradasi dari Liga Premier? Sungguh Petir di Siang Bolong!

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 19:10 WIB | Oleh:
Seperti Apa Akhir Kisah Manchester City? Apakah Degradasi dari Liga Premier? Sungguh Petir di Siang Bolong! Doc: AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA
Ket. Pelatih Manchester City Enzo Maresca (kiri) dan para pemainnya setelah memenangkan pertandingan Liga Champions melawan FC Porto asuhan Francesco Farioli di Stadion Dragao, Porto, pada 8 September 2026.

JAKARTA - Elliot Anderson riang gembira sampai-sampai menilai Manchester City adalah "Raja Manchester" ketika dia dibeli oleh klub asuhan Enzo Maresca itu pada April 2026, dengan harga yang memecahkan rekor transfer Liga Premier musim ini.

Dibeli dengan harga 116 juta pound (Rp2,7 triliun), Anderson adalah pemain Liga Inggris termahal ketiga sepanjang masa setelah Declan Rice dan Jack Grealish, yang juga dibeli City tapi kemudian dijual kepada Everton pertengahan tahun ini.

Anderson telah membuktikan harga mahalnya dengan kualitas canggih yang membuat City menjadi satu-satunya klub Liga Premier yang selalu menang dalam lima laga pertama musim ini sehingga memuncaki klasemen.

Tapi suasana hati Anderson, dan juga para bintang Manchester City lain, termasuk Erling Haaland, mungkin menjadi berubah muram  oleh kabar mengejutkan bahwa klub mereka dinyatakan telah menyalahi aturan keuangan Liga Premier.

Kabar itu diletupkan oleh media massa yang mendapatkan bocoran hasil investigasi komisi independen yang ditugaskan otoritas Liga Premier untuk menyelidiki praktik keuangan Man City selama era kepemilikan konsorsium City Football Group Limited bentukan Khaldoon Al Mubarak.

Sebesar 81 persen saham City Football Group dikuasai oleh Abu Dhabi United Group for Development and Investment (ADUG).

Bocoran laporan itu pertama kali dilaporkan oleh The Athletic, BBC, The Guardian, The Times dan Sky Sports, pada 25 September.

Mereka mewartakan bahwa City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan melanggar aturan keuangan liga.

Sampai akhir pekan lalu, otoritas Premier League bungkam. Namun empat hari kemudian, (29 September), Premier League akhirnya mengonfirmasi bocoran itu.

Dalam lamannya, Premier League menyatakan bahwa komisi independen yang mendapat  tugas dari mereka telah menyatakan Manchester City FC bersalah atas semua tudingan berkaitan dengan berbagai pelanggaran berat terhadap aturan keuangan Premier League selama sembilan musim.

City juga dinyatakan bersalah atas hampir semua tudingan yang berkaitan dengan sikap tidak kooperatif mereka dengan investigasi Premier League.

Delapan kali laporan itu menulis kata sham, yang dalam Bahasa Indonesia berarti palsu atau bisa berarti abal-abal.

Tidak kooperatif

BBC menyebut dokumen setebal 40 halaman yang dipublikasikan Premier League itu menghebohkan jagat sepak bola Inggris.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Polda Metro Jaya Perketat P...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.