Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seperti Apa Akhir Kisah Manchester City? Apakah Degradasi dari Liga Premier? Sungguh Petir di Siang Bolong!

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 19:10 WIB | Oleh:

Dokumen itu menyimpulkan bahwa pemilik City, Abu Dhabi United Group, tahu bahwa sejak 2009 sampai 2010 telah terjadi penggelembungan keuangan di dalam klub itu agar mencapai level dan status seperti kita lihat belakangan dari klub yang baru saja ditinggalkan Pep Guardiola, si legenda.

City dianggap telah membengkakkan pendapatan sponsor selama sembilan musim dengan menggelembungkan nilai kesepakatan-kesepakatan kontrak, melalui skema yang disebut Komisi Independen sebagai Disguised Funding Scheme (penyamaran asal-usul uang).

Skema ini pula yang menjadi titik utama dalam serangkaian dakwaan kepada Manchester City yang membuat klub ini dinyatakan bersalah oleh komisi independen Liga Premier.

Lewat skema ini City disimpulkan telah mengaburkan nilai dana sponsor senilai lebih dari 830 juta pound (Rp19,6 triliun), dan 90 juta pound (Rp2,1 triliun) lain dari metode-metode selain skema itu.

Komisi Independen Premier League menyimpulkan empat hal praktik nakal City dari musim 2009/2010 sampai 2017/2018.

Keempatnya adalah (1) City telah menyusun kontrak-kontrak palsu yang tak mencerminkan kesepakatan sebenarnya dengan sejumlah mitra komersialnya, dan mengandalkan perjanjian palsu dengan pihak lain guna merekayasa pendapatannya sehingga terlihat sehat.

Kedua, City dinilai telah mengeluarkan laporan keuangan yang memuat informasi yang keliru dan menyembunyikan kondisi keuangan mereka yang sebenarnya, dari auditor dan otoritas regulasi sepak bola.

Ketiga, City telah melanggar batas belanja yang sudah ditentukan baik oleh Liga Premier maupun oleh badan sepak bola Eropa, UEFA.

Keempat, Manchester City dianggap tak beritikad baik dan tak kooperatif dengan penyelidikan yang digelar Liga Premier.

Namun yang paling banyak disorot dari semua laku itu adalah City berusaha mengakali kontrak kesponsoran sebagai kanal untuk menyalurkan dana langsung dari pemiliknya di Abu Dhabi, termasuk untuk belanja pemain, dan agar kinerja keuangan mereka terlihat tetap sehat, walau jor-joran berbelanja.

Tudingan-tudingan semacam itu mulai dialamatkan kepada City pada 2018, sampai mendorong UEFA menggelar investigasi.

Dua tahun kemudian, pada 2020, UEFA menyatakan City bersalah dengan melanggar aturan belanja klub. Sanksinya, mereka dilarang mengikuti kompetisi Eropa selama dua tahun. Tetapi putusan ini batal setelah City memenangkan banding.


Bisa dikeluarkan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Polda Metro Jaya Perketat P...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.