Nelayan Bekasi Diajari Pakai GPS, Melaut Lebih Aman dan Hemat BBM
Kamis, 29 Okt 2026, 00:30 WIBKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membekali nelayan dengan pelatihan penggunaan Global Positioning System (GPS) dan pemanfaatan informasi cuaca untuk meningkatkan keselamatan, efektivitas penangkapan ikan, serta efisiensi bahan bakar saat melaut.
Ketua Tim Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Tasim Suryadi di Cikarang, Rabu (28/10), mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan memanfaatkan teknologi, menentukan posisi koordinat, dan memahami kondisi alam sebelum berangkat melaut.
"Pelatihan ini agar nelayan kita mulai melek teknologi dan mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Selain itu, ada aspek mitigasi dan navigasi sehingga mereka bisa mengetahui posisi koordinat serta memahami kondisi alam sebelum melaut," katanya.
Menurut Tasim, informasi cuaca penting bagi nelayan karena kegiatan penangkapan ikan dipengaruhi kondisi perairan, seperti tinggi gelombang, kecepatan arus dan angin, serta potensi hujan.
Melalui pelatihan tersebut, nelayan diharapkan mampu mengakses dan membaca informasi cuaca dari aplikasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai pertimbangan sebelum melaut, terutama saat memasuki musim hujan dan angin barat.
"Dari informasi BMKG, nelayan setidaknya bisa mempelajari data gelombang, kecepatan arus, kecepatan angin serta prediksi hujan untuk beberapa hari ke depan. Harapannya, sebelum memutuskan melaut, mereka sudah bisa mempertimbangkan kondisi cuaca dan risiko yang mungkin dihadapi," ujarnya.
Selain mendukung keselamatan, penggunaan GPS diharapkan membantu nelayan menentukan lokasi tangkap, mengurangi waktu pencarian ikan, dan menghemat bahan bakar. Selama ini, sebagian nelayan masih mengandalkan pengalaman, insting, dan kebiasaan dalam menentukan lokasi penangkapan.
Tasim menjelaskan teknologi dapat melengkapi pengalaman tersebut agar kegiatan penangkapan ikan lebih terencana. Pemanfaatannya juga tidak harus membutuhkan biaya besar karena nelayan dapat menggunakan telepon seluler untuk mengakses aplikasi BMKG dan fitur GPS tanpa membeli perangkat baru.
"Dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia, para nelayan memiliki perencanaan operasional penangkapan ikan lebih baik. Waktu penangkapan lebih efisien, penggunaan bahan bakar lebih hemat dan hasil tangkapan bisa sesuai target dengan tetap mengutamakan keselamatan," katanya.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, jumlah nelayan di wilayah tersebut mencapai 4.073 orang. Sebanyak 75 persen tinggal di Kecamatan Muaragembong, 20 persen di Kecamatan Tarumajaya, sedangkan sisanya tersebar di Kecamatan Babelan dan Cabangbungin.
Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berharap nelayan semakin mampu memanfaatkan teknologi untuk mengurangi risiko saat melaut, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung kesejahteraan ekonomi.
"Pada prinsipnya, nelayan kita harus selamat dan sejahtera. Selamat secara fisik dan sejahtera secara ekonomi," kata Tasim.
- Global Positioning System
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.