Kabut Asap Karhutla Mencekik, Kasus ISPA di Kapuas Melonjak Tembus Ribuan Orang

Selasa, 29 Sep 2026, 17:18 WIB

PALANGKA RAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), memperkuat sistem deteksi dini infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menyusul lonjakan rata-rata kasus dari 61 menjadi 72 orang per hari akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

"Berdasarkan laporan kasus dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Kapuas, selama 20-24 September 2026 tercatat 362 kasus ISPA atau rata-rata sekitar 72 kasus per hari. Angka ini meningkat dibandingkan rata-rata pada minggu sebelumnya yang sekitar 61 kasus per hari," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Pangeran S Pandingan di Kuala Kapuas, Selasa (29/9).

Ket. Foto: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandingan, memimpin rapat evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas, bertempat di Posko Induk Penanganan Bencana Kekeringan dan Karhutla Kantor BPBD Kapuas. — Sumber: ANTARA/HO-BPBD Kapuas

Ia mengatakan hingga 24 September 2026 tercatat 92 kasus ISPA baru dalam satu hari yang dilaporkan dari seluruh 17 kecamatan. Hal tersebut disampaikan setelah rapat evaluasi penanganan karhutla di Posko Induk Penanganan Bencana Kekeringan dan Karhutla Kantor BPBD Kapuas.

Secara kumulatif, jumlah kasus ISPA yang tercatat sejak 16 Agustus hingga 24 September 2026 mencapai 2.465 kasus.

Berdasarkan wilayah, Kecamatan Selat mencatat kasus tertinggi sebanyak 624 kasus, disusul Mantangai 354 kasus, dan Kapuas Hilir 221 kasus. Sementara kasus terendah tercatat di Pasak Talawang sebanyak 15 kasus, Timpah 12 kasus, dan Mandau Talawang 11 kasus.

Pangeran mengatakan rendahnya laporan dari sejumlah kecamatan belum tentu menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat secara keseluruhan karena dapat dipengaruhi akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan.

Kecamatan Mandau Talawang, misalnya, kata dia, merupakan wilayah yang relatif terpencil dengan akses menuju fasilitas kesehatan lebih jauh sehingga masih memungkinkan terdapat kasus yang belum terlaporkan atau belum mendapatkan pemeriksaan.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kondisi udara, lanjutnya, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia (lansia), dan warga yang memiliki penyakit penyerta.

Masyarakat juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker ketika berada di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih serta segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam atau sesak napas.

Ia mengatakan penguatan deteksi dini dan pemantauan kasus tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat memperoleh penanganan lebih cepat di tengah kondisi karhutla dan kabut asap.

  • karhutla
  • ispa kapuas
  • bpbd kapuas
  • kabut asap karhutla
  • kebakaran hutan kalteng

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.