Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Sleman Bakal Diuntungkan! Pemkab Optimalkan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

📅 Senin, 07 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Petani Sleman Bakal Diuntungkan! Pemkab Optimalkan Irigasi untuk Ketahanan Pangan Doc: Antara foto/HO-Dokumen DP3 Sleman
Ket. Tanam padi di Kabupaten Sleman, DIY.

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air irigasi guna mengawal masa tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah setempat.

​Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Liem Astuti di Sleman, Minggu, mengatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui perbaikan jaringan irigasi, pembangunan infrastruktur air, hingga penyediaan sarana pompanisasi.

​"Komitmen kami dalam mengawal masa tanam ini adalah dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, khususnya melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan Embung Cluwek, pemanfaatan sumur dangkal, serta optimalisasi irigasi perpompaan," kata Liem Astuti.

​Ia mengatakan untuk perbaikan saluran irigasi tersier pada tahun ini, Pemkab Sleman menerima dukungan alokasi anggaran dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

​Dari total program pemeliharaan jaringan irigasi tersier sebanyak 32 unit dari dana APBN, sebanyak 13 unit di antaranya telah selesai dikerjakan, 14 unit dalam proses pembangunan, dan lima unit sisanya masih dalam tahap pemberkasan administrasi.

​Adapun sebaran lokasi pemeliharaan irigasi tersier tersebut mencakup 15 kecamatan (kapanewon) di Kabupaten Sleman, antara lain Berbah (lima unit), Minggir (tiga unit), Cangkringan (dua unit), Godean (dua unit), Kalasan (dua unit), Moyudan (tiga unit), Pakem (dua unit).

Selanjutnya, Prambanan (tiga unit), Seyegan (dua unit), Sleman (dua unit), Tempel (dua unit), serta Gamping, Mlati, Turi, dan Ngemplak masing-masing satu unit.

​Selain jaringan irigasi tersier, pemerintah pusat juga mengalokasikan bantuan 14 unit irigasi perpompaan di Kabupaten Sleman.

​"Di luar alokasi APBN, Pemkab Sleman juga mengoptimalkan dana APBD untuk membangun Embung Cluwek, sumur dangkal, serta penyediaan bantuan pompa air bagi kelompok tani," katanya.

Lebih lanjut, Liem mengatakan optimalisasi pasokan air irigasi tersebut sangat krusial untuk menjaga produktivitas lahan pertanian di Sleman yang terbukti tetap produktif sepanjang tahun.

​Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman periode Januari hingga Agustus, total luas panen bersih tanaman padi di Kabupaten Sleman mencapai 24.062,10 hektare dengan rata-rata produktivitas (provitas) sebesar 60,66 kuintal per hektare.

​Dari luas lahan panen tersebut, Kabupaten Sleman mencatatkan total produksi Padi Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 146.462,59 ton, atau setara dengan produksi beras sebanyak 92.359,31 ton.

​Kapanewon Kalasan menjadi penyumbang produksi beras terbesar di Sleman pada periode tersebut dengan capaian 8.486,12 ton beras (13.457,22 ton GKG) dari luas panen bersih 2.182,15 hektare.

Disusul Kapanewon Sleman dengan produksi beras 8.258,66 ton (13.096,52 ton GKG) dan Kapanewon Ngemplak sebesar 8.197,99 ton beras (13.000,30 ton GKG).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
India Utara Direndam Banjir Besar, 56 Orang Tewas

India Utara Direndam Banjir Besar, 56 Orang Tewas

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.