Lima Dokumen Strategis Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Ekosistem Darat dan Laut
📅 Senin, 28 Sep 2026, 17:41 WIB | Oleh: Haryo BronoSementara itu, Project Manager Solusi Yayasan KEHATI, Mohammad Korebima, mengungkapkan bahwa total investasi hijau untuk implementasi proyek di tiga provinsi percontohan ditargetkan mencapai 2,8 juta euro hingga 2028.
Dana investasi tersebut dialokasikan untuk mendukung pengelolaan ekosistem darat dan laut terpadu di wilayah seluas sekitar 28.000 hektare, termasuk upaya konservasi perlindungan spesies prioritas seperti lutung perak, tarsius, dugong, dan penyu.
Inklusivitas Sosial dalam Konservasi Biodiversitas
Pengelolaan bentang darat dan laut dinilai mutlak harus mengintegrasikan dimensi sosial kemasyarakatan. Ancaman nyata seperti deforestasi, sedimentasi sungai, pencemaran lingkungan, degradasi ekosistem pesisir, kepunahan spesies, hingga risiko bencana iklim tidak akan pernah bisa ditangani secara efektif jika didekati secara parsial dan terfragmentasi.
Oleh karena itu, indikator pengelolaan darat-laut yang baru diluncurkan dirancang khusus untuk memantau konektivitas antarwilayah dan lintas sektor secara adaptif. Pendekatan ini juga menjamin bahwa pemanfaatan keanekaragaman hayati—baik sebagai sumber pangan, bahan baku industri, maupun produk kesehatan—tetap berada dalam batas daya dukung ekosistem (carrying capacity).
Lebih lanjut, pemanfaatan biodiversitas wajib menghormati hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal yang memegang kearifan lokal. Pengembangan bioprospeksi, misalnya, diarahkan untuk tidak sekadar mendulang keuntungan ekonomi, melainkan juga memastikan keadilan sosial.
“Eksplorasi ilmiah harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap masyarakat yang hidup dan bergantung pada ekosistem tersebut. Karena itu, aspek sosial, kesetaraan, serta pengetahuan masyarakat perlu menjadi bagian dari proses pengembangan biodiversitas,” tegas Korebima.
Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret melalui dokumen panduan Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial dalam Implementasi IBSAP yang menerapkan kerangka Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI).
Melalui sinergi lintas aspek—lingkungan, ekonomi, tata kelola, dan sosial—Proyek Solusi diharapkan mampu memperkokoh pengelolaan bentang darat dan laut Indonesia, sekaligus merintis jalan bagi pertumbuhan ekonomi berbasis biodiversitas yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!