CEO Scale AI Serukan Trump agar AS Harus Memenangkan Perang Artificial intelligence (AI) Melawan Tiongkok
📅 Senin, 28 Sep 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: AFP/Ludovic MARIN
SAN FRANCISCO - CEO Scale AI, Alexandr Wang menyerukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar pemerintah mengambil langkah lebih agresif untuk mempertahankan keunggulan AS dalam persaingan kecerdasan buatan (AI) dengan Tiongkok.
Dikutip dari Inc, seruan tersebut disampaikan Wang melalui surat terbuka yang dimuat bersamaan dengan iklan satu halaman penuh di The Washington Post pada 21 Januari 2025, sehari setelah Trump kembali menjabat sebagai presiden.
“Amerika harus memenangkan perang AI,” demikian pesan utama dalam iklan yang ditandatangani Wang.
Dalam suratnya, Wang memperingatkan bahwa perkembangan teknologi AI Tiongkok berlangsung sangat cepat. AS berisiko tertinggal apabila pemerintah tidak mengubah pendekatannya terhadap pengembangan dan penerapan AI.
“Kita telah melihat kemajuan yang sangat signifikan dalam kemampuan AI Tiongkok dibandingkan dengan pemerintah kita,” tulis Wang.
Salah satu klaim yang disampaikan Wang berkaitan dengan belanja pemerintah untuk penerapan AI. Pemerintah Tiongkok sebutnya mengalokasikan dana sekitar 10 kali lebih besar dibandingkan pemerintah AS untuk implementasi dan adopsi AI.
Tiongkok pada awal 2025 mengumumkan dana investasi senilai sekitar 8,2 miliar dollar AS untuk proyek-proyek AI, jauh lebih besar dibandingkan AS pada tahun yang sama dengan alokasi belanja 3 miliar dollar AS untuk pengembangan AI.
Wang kemudian mengajukan sejumlah rekomendasi kepada pemerintahan Trump. Di antaranya mendorong kebijakan energi yang membuat biaya pembangunan dan pengoperasian infrastruktur AI lebih terjangkau.
Ia juga menyerukan pembentukan gugus tugas antarlembaga yang bertugas meninjau berbagai regulasi terkait AI. Menurut Wang, langkah tersebut diperlukan agar tenaga kerja dan industri AI dapat berkembang lebih cepat di Amerika Serikat.
Seruan Wang datang ketika Scale AI semakin dekat dengan pemerintah AS. Perusahaan yang berbasis di San Francisco itu dikenal menyediakan layanan data untuk membantu pengembangan dan pelatihan sistem AI.
Scale AI juga telah memiliki hubungan dengan Departemen Pertahanan AS. Pada 2022, perusahaan tersebut mendapatkan kontrak senilai 250 juta dollar AS yang memberikan akses kepada lembaga-lembaga federal terhadap perangkatnya.
Hubungan Scale AI dengan pemerintahan Trump juga semakin terlihat setelah Michael Kratsios, mantan direktur pelaksana Scale AI, ditunjuk sebagai direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih. Kratsios sebelumnya pernah menjadi pejabat teknologi di pemerintahan Trump periode pertama.
Di sisi lain, surat Wang muncul ketika industri teknologi Silicon Valley semakin aktif membangun hubungan dengan pemerintahan Trump. Sejumlah pimpinan perusahaan teknologi besar menghadiri pelantikan Trump, termasuk CEO Google Sundar Pichai dan sejumlah tokoh teknologi lainnya.
Namun demikian, Scale AI juga menghadapi persoalan hukum. Perusahaan tersebut menghadapi dua gugatan class action di California terkait tudingan salah mengklasifikasikan pekerja kontrak. Gugatan tersebut berkaitan dengan bisnis komersial Scale AI dan tidak mencakup pekerjaan kontrak pemerintah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!