Keamanan Pembayaran Digital Menghadapi Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 14:05 WIB | Oleh: Haryo BronoMulai Mempersiapkan Era Komputasi Kuantum
Salah satu bagian yang menarik dari pembaruan roadmap adalah perhatian terhadap post-quantum cryptography atau kriptografi pascakuantum.
Teknologi pembayaran digital saat ini sangat bergantung pada kriptografi untuk melindungi komunikasi, autentikasi, dan data. Namun, perkembangan komputer kuantum di masa depan berpotensi mengubah asumsi keamanan yang digunakan oleh sebagian sistem kriptografi saat ini.
Komputer kuantum yang cukup kuat secara teoritis dapat menjalankan algoritma tertentu jauh lebih efisien dibandingkan komputer konvensional. Salah satu kekhawatiran dalam keamanan siber adalah kemampuan teknologi tersebut untuk memecahkan jenis algoritma kriptografi tertentu yang digunakan saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ancaman tersebut belum berarti transaksi digital saat ini dapat dengan mudah dibobol menggunakan komputer kuantum. Persoalannya lebih bersifat persiapan jangka panjang. Infrastruktur pembayaran memiliki umur penggunaan yang panjang sehingga perubahan standar keamanan membutuhkan waktu untuk direncanakan dan diterapkan.
Karena itu, kriptografi pascakuantum dikembangkan untuk mencari metode enkripsi yang tetap aman menghadapi kemampuan komputer kuantum di masa depan.
Masuknya isu tersebut ke dalam Security Roadmap menunjukkan bahwa keamanan pembayaran tidak hanya diarahkan untuk menghadapi modus penipuan yang sudah terjadi saat ini, tetapi juga mengantisipasi perubahan teknologi yang berpotensi memengaruhi keamanan digital dalam jangka panjang.
Kolaborasi Menjadi Bagian Penting
Head of Risk Visa Indonesia Nitia mengatakan perubahan modus penipuan membuat industri pembayaran perlu mengantisipasi ancaman yang ada saat ini sekaligus risiko yang mulai muncul.
“Pembaruan Visa Indonesia Security Roadmap memberikan kerangka strategis bagi ekosistem untuk memperkuat pencegahan penipuan, meningkatkan ketahanan siber, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan keamanan generasi berikutnya,” ujar Nitia.
Menurut dia, roadmap tersebut dirancang untuk membantu menjaga ekosistem pembayaran tetap aman dan tangguh ketika pola transaksi serta ancaman digital terus berkembang.
Pembahasan dalam Visa Indonesia Risk Forum sekaligus memperlihatkan bahwa keamanan pembayaran tidak dapat ditangani oleh satu perusahaan atau satu kelompok pelaku industri saja. Sistem pembayaran melibatkan bank, penyedia layanan pembayaran, merchant, konsumen, regulator, dan penyedia teknologi.
Setiap pihak memiliki peran dalam menjaga keamanan transaksi, mulai dari pengembangan teknologi deteksi penipuan, autentikasi pengguna, perlindungan infrastruktur, hingga edukasi konsumen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!