Keamanan Pembayaran Digital Menghadapi Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 14:05 WIB | Oleh: Haryo BronoForum tersebut juga membahas penipuan pada transaksi tanpa kehadiran fisik kartu atau card-not-present fraud. Dalam transaksi semacam ini, kartu tidak digunakan secara fisik di hadapan merchant. Kondisi tersebut membuat sistem pembayaran membutuhkan metode lain untuk memastikan transaksi benar-benar dilakukan oleh pemegang kartu.
Perkembangan perdagangan elektronik membuat transaksi tanpa kehadiran kartu menjadi bagian penting dari aktivitas pembayaran digital. Di sisi lain, karakteristik transaksi tersebut juga menciptakan tantangan tersendiri dalam mendeteksi transaksi yang tidak sah.
Karena itu, industri semakin banyak memanfaatkan machine learning, risk intelligence, dan analisis data untuk mengidentifikasi pola transaksi yang berbeda dari perilaku normal. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menilai berbagai sinyal risiko secara bersamaan, sehingga keputusan mengenai suatu transaksi tidak hanya bergantung pada satu parameter.
Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan. Sistem yang terlalu longgar dapat meningkatkan risiko penipuan, sementara sistem yang terlalu ketat dapat menyebabkan transaksi sah ditolak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketahanan Siber Menjadi Lapisan Pertahanan
Prioritas ketiga dalam Security Roadmap berkaitan dengan peningkatan ketahanan siber. Fokusnya bukan hanya mencegah serangan, tetapi juga memastikan sistem dapat tetap beroperasi dan kembali pulih ketika menghadapi gangguan.
Hal tersebut penting karena ekosistem pembayaran melibatkan banyak pihak dan sistem yang saling terhubung. Gangguan pada satu bagian dapat berpengaruh terhadap layanan yang digunakan konsumen maupun pelaku usaha.
Prioritas keempat dan kelima diarahkan pada menjaga integritas serta ketahanan sistem, termasuk menghadapi risiko kegagalan sistem maupun serangan siber.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa keamanan pembayaran tidak hanya berkaitan dengan upaya mendeteksi transaksi penipuan. Keandalan infrastruktur, perlindungan data, kemampuan merespons insiden, dan pemulihan layanan juga menjadi bagian dari keamanan ekosistem.
Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari mengatakan pertumbuhan ekonomi digital membuat kebutuhan untuk menjaga keamanan transaksi semakin penting.
“Ekonomi digital Indonesia terus membuka peluang besar bagi pelaku usaha dan konsumen. Sejalan dengan hal tersebut, kebutuhan untuk menjaga kepercayaan konsumen dan keamanan dalam setiap transaksi menjadi semakin penting,” ujar Vira dalam siaran pers pada hari Jumat (25/9).
Menurut dia, penyempurnaan Visa Indonesia Security Roadmap dilakukan dengan melibatkan mitra industri untuk memperkuat fondasi ekosistem pembayaran.
“Dengan menyelaraskan prioritas bersama dan aksi kolektif industri, kami bisa membantu konsumen dan pelaku usaha bertransaksi dengan lebih percaya diri, sekaligus mendukung perkembangan ekonomi digital dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!