Pencegahan Rabies Membutuh Kolaborasi Para Pihak
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 23:42 WIB | Oleh: Tim PenulisManado - Karantina Sulawesi Utara (Sulut), Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui menyebutkan pencegahan rabies di provinsi berpenduduk lebih 2,7 juta jiwa tersebut memerlukan kolaborasi para pihak.
"Pencegahan rabies membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, dan masyarakat," kata Ketua Tim Karantina Hewan Setyawan Pramularsih (Asih) di Manado, Minggu.
Karantina, kata dia, tidak hanya bertugas di pintu masuk negara, tetapi juga aktif bersinergi dengan daerah untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular seperti rabies demi keselamatan masyarakat.
Asih mengatakan, sebanyak 149 ekor hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies gratis dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Sparta Tikala, Manado.
Sejak pagi, warga datang membawa anjing dan kucing peliharaan mereka untuk mendapatkan vaksinasi sekaligus pemeriksaan kesehatan.
Jumlah hewan yang divaksinasi sengaja menjadi penanda rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149 sekaligus bagian dari peringatan Hari Rabies Sedunia.
Selain Balai Karantina Sulawesi Utara, pihak lainnya yang ikut serta dalam kegiatan tersebut yaitu Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, serta Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Manado
Senada, Ketua PDHI Sulawesi Utara Eudia mengatakan, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat upaya pengendalian rabies di daerah.
“Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Sulawesi Utara yang bebas rabies,” ujarnya.
Selain vaksinasi, warga juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya rabies, langkah pencegahan, serta pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan.
Panitia juga menggelar sesi diskusi dan kuis untuk mengajak masyarakat lebih aktif memahami risiko rabies dan cara pencegahan.
Kegiatan di Manado menjadi bagian dari rangkaian layanan vaksinasi rabies yang dilakukan di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.
Sebelumnya, vaksinasi serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 14–15 September dengan total 65 ekor hewan mendapatkan vaksin.
Program tersebut juga akan dilanjutkan di Tahuna pada 29 September dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!