Pencapaian Istimewa Rahmat Erwin Abdullah di Asian Games 2026
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 06:23 WIB | Oleh: SriyonoSayangnya, Rahmat gagal tampil pada Olimpiade Paris 2024 setelah secara mengejutkan tidak lolos kualifikasi. Ia kalah bersaing dari Rizki Juniansyah yang berjaya di kelas 73 kg putra pada Piala Dunia Angkat Besi 2024 di Phuket, Thailand.
Aturan kualifikasi saat itu melarang dua lifter dari negara yang sama berlaga di kelas yang sama pada Olimpiade 2024. Padahal, Rahmat juga sukses menyabet medali perak dan perunggu pada ajang Piala Dunia di Phuket tersebut.
Rahmat pun terpaksa hanya menjadi penonton di Olimpiade Paris 2024. Padahal, pada edisi Olimpiade Tokyo 2020 (yang digelar pada 2021), ia sukses mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia.
Pada Olimpiade Paris 2024, Rizki berhasil meraih medali emas, satu dari dua medali emas yang diraih Indonesia selain dari cabang olahraga panjat tebing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini, dalam Asian Games 2026, , angkat besi menjadi cabang olahraga kedua yang mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Capaian ini membuka kembali kran emas Indonesia setelah tim beregu putra bulu tangkis mengakhiri penantian emas selama lima hari.
Medali emas yang diraih Rahmat di kelas 73 kg putra ini merupakan salah satu dari tiga emas yang pernah diraih Indonesia dari cabang angkat besi sepanjang keikutsertaan di Asian Games.
Satu medali emas lainnya disumbangkan oleh lifter senior sekaligus legenda angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, yang turun di kelas 62 kg pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Inspirasi untuk semua
Hal luar biasa dari pencapaian Rahmat Erwin Abdullah adalah sikap pantang menyerah dan penolakannya untuk terus dibayangi rasa menyesal setelah gagal membela Indonesia pada Olimpiade 2024.
Dia berhasil mengobati kekecewaannya itu dengan menyabet medali emas 73kg dari Kejuaraan Asia 2025, dan kemudian medali emas 88kg putra pada SEA Games 2025 di Thailand.
Setahun kemudian di Nagoya, Rahmat kembali mengukir prestasi dengan meraih medali emas Asian Games untuk kedua kalinya. Sebuah ketangguhan mental dan tekad kuat untuk konsisten di level puncak yang patut diteladani siapa pun.
Konsistensi, tekad, dan kepercayaan diri tersebut lahir dari tempaan panjang pengalaman kompetisi yang penuh liku. Rahmat juga merupakan pemegang medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 dan 2022.
Lifter kelahiran 13 Oktober 2000 ini melakoni debut internasionalnya pada Kejuaraan Dunia Junior 2017 di Bangkok, Thailand, saat turun di kelas 69 kg. Jam terbang yang panjang itu menggembleng dirinya menjadi atlet berjiwa petarung dan pemenang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!