Bukan Sekadar Perjuangkan Emansipasi, Srikandi Kartini Bekasi Ubah Limbah Plastik Jadi BBM
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 19:06 WIB | Oleh: OpikDi sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi terus mengampanyekan pelestarian lingkungan melalui pengolahan sampah dari sumbernya. Masyarakat diimbau membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah.
Pemkot Bekasi juga mengajak lingkungan pendidikan, pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga kawasan perdagangan untuk aktif memilah sampah sebagai langkah nyata penanganan masalah lingkungan.

Cairan bahan bakar minyak hasil olah limbah plastik Bank Sampah Unit Gempita di Perumahan Puri Gading Cluster Villa Carita RT 05, RW 08, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/9). Antara/Pradita Kurniawan Syah.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahjono, menyampaikan bahwa proyek pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Bantargebang yang dijadwalkan beroperasi awal 2028 belum cukup untuk menuntaskan seluruh persoalan sampah.
Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari tersebut harus didukung gerakan swadaya masyarakat untuk mengolah sisa 300 ton sampah harian yang belum tertampung.
"Teknologi saja tidak cukup. Sebagus apa pun, tidak akan berhasil tanpa kesadaran masyarakat. Perubahan harus dimulai dari rumah: bagaimana mengurangi, memilah, dan membuang sampah dengan benar. Bekasi harus mengubah citra diri, dari tempat pembuangan sampah menjadi pusat energi baru, inovasi lingkungan, dan kawasan industri hijau. Semua itu hanya terwujud jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama," tegas Tri Adhianto.
Langkah BSU Gempita menjadi bukti nyata pentingnya partisipasi masyarakat. Dari mereka, publik belajar bahwa limbah plastik pun dapat diolah hingga bernilai guna dan ekonomis.
Semangat para ibu ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah tak sekadar mengandalkan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku, termasuk mengikis kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari dapur rumah menjadi kunci krusial agar limbah tidak tercampur dan memperberat beban di tempat pembuangan akhir.
Kehadiran PSEL Bantargebang diharapkan menjadi lompatan besar dalam menguatkan sistem pengelolaan sampah di Kota Bekasi. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada dukungan masyarakat melalui kebiasaan sederhana: memilah sampah dari rumah dan menjaga kebersihan lingkungan. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!