Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Perjuangkan Emansipasi, Srikandi Kartini Bekasi Ubah Limbah Plastik Jadi BBM

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 19:06 WIB | Oleh:

Pada saat yang sama, Pemerintah Kota Bekasi meluncurkan Program Lingkungan Masyarakat Kota Bekasi Keren (Lingkar Keren), yakni kebijakan bantuan dana hibah sebesar Rp100 juta per RW per tahun.

Lantaran cakupan aktivitasnya berada di lingkup RT 05, BSU Gempita menerima seperlima dari total bantuan tersebut. Dana itu pun langsung dimanfaatkan untuk membeli mesin pirolisis.

Mesin seharga Rp28,5 juta tersebut dibeli secara pre-order dari Blitar, Jawa Timur. Berkapasitas hingga lima kilogram dalam sekali proses, alat ini mampu mengolah limbah plastik menjadi BBM cair seperti premium, minyak tanah, dan solar.

Cara kerja mesin ini terbilang sederhana. Sampah plastik dimasukkan ke dalam tabung, dipadatkan, lalu ditutup rapat sebelum bagian bawahnya dipanaskan menggunakan gas.

Selama proses pengolahan, air dialirkan ke bagian kondensor untuk mendinginkan uap hingga menghasilkan cairan BBM. Selanjutnya, mesin akan memfilter hasil olahan secara otomatis sesuai kandungannya: BBM jenis premium, minyak tanah, maupun solar akan mengalir ke lubang penampungan masing-masing.

Alat tersebut tidak dioperasikan setiap hari, melainkan hanya saat jumlah sampah plastik yang terkumpul sudah mencukupi. Dari proses ini, BSU Gempita mampu menghasilkan beberapa jenis BBM.

Meski demikian, cairan yang keluar pada tahap awal masih berwarna kehitaman, sehingga memerlukan proses lanjutan agar warnanya menjadi lebih jernih.

"Masih ada tahapan berikutnya. Yang kemarin sudah dilakukan itu dengan destilasi skala lab yang dibawa ke lapangan. Hasilnya memang sudah ada, bagus, dan bening," ujar Hesti.

Kendati berhasil menghasilkan bahan bakar, fokus utama BSU Gempita bukanlah memproduksi BBM, melainkan menekan volume sampah non-ekonomis agar tidak menjadi residu yang menumpuk.

BBM hasil olahan tersebut juga belum dipasarkan secara luas, melainkan baru digunakan untuk operasional internal BSU Gempita, seperti bahan bakar motor roda tiga pengangkut sampah hingga mesin pemotong rumput.

Para Kartini Bekasi ini berharap inovasi di BSU Gempita dapat direplikasi oleh bank sampah lain. Peran bank sampah diimbau tidak berhenti pada kegiatan mengumpulkan dan menjual sampah bernilai ekonomis saja.

Mereka menaruh harapan besar agar seluruh bank sampah di Indonesia memiliki fasilitas pengolahan limbah non-jual. Dengan begitu, volume sampah. terutama plastik yang sulit didaur ulang, dapat ditekan secara signifikan.

"Ke depan kami berharap semua BSU punya alat ini. Jadi tidak hanya mengumpulkan sampah anorganik yang bernilai jual, tetapi juga mengolahnya. Tidak sekadar jadi tempat mengumpulkan dan menjual," kata Hesti Warih MR.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
Diversifikasi Global, Strat...
Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.