Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah Seiring Aksi Ambil Untung Jelang Akhir Pekan

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 10:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah Seiring Aksi Ambil Untung Jelang Akhir Pekan Doc: Antara

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (25/9), diperkirakan bergerak melemah seiring aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar menjelang periode akhir pekan.

Dibuka menguat, IHSG pada pukul 09.40 WIB bergerak melemah 13,05 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.285,56. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,35 poin atau 0,22 persen ke posisi 621,91.

“Diperkirakan IHSG kembali uji level 6.186- 6.200 pada perdagangan Jumat,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati kunjungan kenegaraan pertama Presiden Tiongkok, Xi Jinping ke AS sejak tahun 2015, dengan isu perdagangan dan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan menjadi dua topik utama yang dibahas oleh Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Sementara itu, meningkatnya yield obligasi jangka menengah dan panjang yang diterbitkan oleh sejumlah negara dengan ekonomi terbesar di dunia, termasuk AS, Jepang, Prancis hingga Inggris, membuat utang negara-negara tersebut terus mengalami kenaikan.

“Kenaikan yield ini karena kekhawatiran akan kenaikan suku bunga, tekanan inflasi akibat biaya energi yang terus berlanjut, pertumbuhan ekonomi yang lesu, serta belanja fiskal yang tinggi,” jelas Ratna.

Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent ditutup menguat 3,4 persen di level 106 dolar AS per barel, sementara minyak WTI menguat hampir 2,7 persen ke level 94 dolar AS per barel.

Harga minyak mentah naik, namun masih di bawah level tertinggi sesi perdagangan Kamis (24/09) menyusul laporan bahwa para negosiator AS dan Iran di New York, AS, sedang membahas kesepakatan bertahap.

Dari dalam negeri, jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) Indonesia meningkat 8,2 persen year on year (yoy) menjadi Rp10.448,1 triliun pada Agustus 2026, atau melambat sedikit dibandingkan 8,3 persen (yoy) pada Juli 2026.

Perlambatan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) yang melambat menjadi 9,0 persen (yoy) dari 10 persen (yoy), sementara pertumbuhan uang kuasi meningkat menjadi 6,5 persen (yoy) dari 5.6 persen (yoy).

Sementara itu, pertumbuhan giro rupiah melambat menjadi 7,1 persen (yoy) dari 10,9 persen (yoy), sedangkan tabungan Rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu tumbuh lebih cepat menjadi 8,9 persen (yoy) dari 6,8 persen (yoy).

Kemudian, tagihan bersih kepada pemerintah pusat mengalami kontraksi sebesar 7,0 persen (yoy), berbalik dari pertumbuhan sebesar 4,6 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

“Kombinasi pertumbuhan kredit yang ekspansif dan likuiditas yang sehat menjadi sinyal positif untuk saham sektor perbankan besar dan konsumer, yang dapat diakumulasi secara bertahap. Sementara itu kenaikan harga minyak berpotensi menjadi faktor positif bagi saham energi dan yang terkait,” ujar Ratna.

Bursa Eropa kompak melemah pada penutupan Kamis (24/09), diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,43 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,24 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,57 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 0,52 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Banyak Wisatawan Tiongkok P...
Luar Negeri
Hubungan Donald Trump dan X...

Pemakaman ABK Arupadhatu 1 di Pandeglang

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemakaman ABK Arupadhatu 1 ...
Daerah
Peternak Tak Boleh Kekurang...
Luar Negeri
Iran Makin Terkucil, Tambah...

SPKLU perdana di Kota Tangerang

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
SPKLU perdana di Kota Tange...
Daerah
Aksi Kamisan Yogyakarta ken...
Ekonomi
KKP dorong penguatan produk...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.