Pemprov DKI Gandeng BRI Finance Kelola Sampah dari Rumah
Jumat, 30 Okt 2026, 16:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan dengan melibatkan dunia usaha dan masyarakat. Program ini mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah melalui penyediaan sarana pengolahan, dukungan operasional, serta edukasi untuk membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan dapat dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.
Salah satu pelaksanaan program KSBB Lingkungan klaster Persampahan dilakukan di RW 06, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Melalui kegiatan ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mempertemukan kebutuhan warga dengan dukungan kolaborator berupa peralatan pengangkutan sampah, fasilitas pengomposan, dan edukasi pemilahan.
Wakil Kepala DLH DKI Jakarta, Purwanti Suryandari, menekankan bahwa pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, penyediaan fasilitas perlu dibarengi dengan perubahan perilaku agar masyarakat dapat memilah dan mengolah sampah secara konsisten.
“Setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan dengan memilahnya sejak dari rumah. Sampah yang masih dapat diolah perlu dipisahkan agar bisa dimanfaatkan kembali, sehingga tidak semuanya berakhir di TPST Bantargebang,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/10).
Langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Kebijakan ini mendorong perubahan pola pengelolaan sampah yang sebelumnya berfokus pada kegiatan mengumpulkan, mengangkut, dan membuang menjadi memilah, mengangkut, serta mengolah.
Purwanti menjelaskan, KSBB Lingkungan menjadi wadah bagi berbagai pihak untuk berkontribusi dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Jakarta. Bentuk dukungan yang diberikan tidak terbatas pada penyediaan peralatan, tetapi juga meliputi pendampingan dan edukasi agar kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaan di RW 06 Srengseng Sawah, PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance memberikan sejumlah sarana pendukung pengelolaan sampah kepada masyarakat. Bantuan tersebut terdiri atas dua gerobak motor listrik, tujuh tong komposter berkapasitas 200 liter, serta satu mesin pengayak kompos dengan kapasitas pengolahan 100–150 kilogram per jam.
BRI Finance juga menyediakan 145 ember berkapasitas 8 liter, 10 ember berkapasitas 20 liter, 11 tong berkapasitas 60 liter, dan lima tempat sampah berkapasitas 120 liter. Selain bantuan peralatan, perusahaan mengadakan pelatihan pemilahan sampah bagi anak-anak dan remaja untuk menanamkan kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini.
Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo, menyampaikan bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Melalui partisipasi dalam KSBB Lingkungan, perusahaan berharap bantuan yang diberikan dapat mendukung pekerjaan petugas kebersihan sekaligus meningkatkan kesadaran warga.
“Kami berharap sarana dan prasarana yang diberikan dapat mempermudah sekaligus mempercepat pekerjaan petugas kebersihan di lapangan, serta mendorong warga membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah,” urainya.
Lurah Srengseng Sawah, Sunardi, turut mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan pengelolaan sampah di wilayahnya. Dukungan sarana di RW 06 diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah secara mandiri.
“Dengan pemilahan yang dilakukan secara konsisten, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat diolah dan dimanfaatkan kembali oleh warga, sehingga pengelolaan sampah di tingkat RW menjadi lebih optimal,” ucapnya.
Melalui KSBB Lingkungan, Pemprov DKI Jakarta mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari prosesnya. Pemilahan sejak rumah tangga, dukungan sarana, dan edukasi diharapkan dapat mengurangi sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang sekaligus membangun lingkungan permukiman yang lebih bersih.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!