Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

80 Kasus Pemerkosaan per Hari, Keamanan Perempuan di India Kembali Disorot

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
80 Kasus Pemerkosaan per Hari, Keamanan Perempuan di India Kembali Disorot Doc: AFP
Ket. India mencatat rata-rata 80 kasus pemerkosaan per hari pada 2024, meskipun negara tersebut telah menerapkan reformasi hukum besar-besaran dan hukuman yang lebih berat.

New Delhi - Serangkaian kasus pemerkosaan di India kembali memicu perdebatan mengenai keamanan perempuan serta mempertanyakan mengapa reformasi hukum besar-besaran dan hukuman yang lebih berat belum mampu menekan kekerasan seksual.

Ratusan mahasiswa turun ke jalan di New Delhi pada Rabu (23/9) dengan meneriakkan slogan dan membawa poster yang mendesak penguatan langkah-langkah keselamatan menyusul kasus terbaru yang mendapat sorotan luas.

Dalam kasus tersebut, tiga pria yang menyamar sebagai polisi diduga melakukan pemerkosaan berkelompok terhadap seorang gadis berusia 17 tahun di sebuah taman umum di pusat ibu kota pada Senin, menurut keterangan pihak berwenang.

Kasus tersebut mengingatkan kembali pada pemerkosaan berkelompok dan pembunuhan terhadap seorang mahasiswi terapi fisik berusia 23 tahun di dalam bus pada 2012. Kasus itu memicu aksi protes nasional dan mendorong lahirnya undang-undang yang lebih kuat untuk menangani kekerasan seksual.

Namun, para pegiat mengatakan perubahan tersebut, yang mencakup perluasan definisi tindak pidana seksual dan penerapan hukuman yang lebih berat bagi pelaku pemerkosaan, terbukti belum memadai.

"Tidak ada yang mengerjakan solusi sebenarnya, yaitu mengubah pola pikir," kata aktivis hak-hak perempuan Yogita Bhayana kepada AFP.

"Polanya masih seperti ini, bahwa perempuan dianggap bersalah karena berada di luar rumah hingga larut malam, atau laki-laki merasa berhak mengawasi perempuan jika mereka terlihat bersama pria lain," ujarnya.

"Sungguh keterlaluan bahwa masyarakat masih berpikir seperti ini."

India mencatat rata-rata 80 kasus pemerkosaan per hari pada 2024, berdasarkan data resmi terbaru yang tersedia. Angka tersebut meningkat dibandingkan sekitar 68 kasus per hari pada 2012, tahun terakhir sebelum aturan hukum yang lebih kuat diberlakukan.

Para aktivis mengatakan jumlah sebenarnya kasus kekerasan seksual kemungkinan jauh lebih tinggi karena banyak korban tidak pernah membuat laporan, sering kali karena takut menghadapi stigma dalam masyarakat yang masih sangat patriarkal.

Minim Penegakan Hukum

Dugaan pemerkosaan pada Senin tersebut terjadi setelah kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis berusia 16 tahun yang jasadnya ditemukan polisi dalam kondisi membusuk, serta dugaan pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 17 tahun oleh sopir dan kondektur bus yang menawarkan tumpangan kepadanya saat hujan deras.

Kedua kasus tersebut terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Delhi, yang kerap disebut sebagai "ibu kota pemerkosaan" India. Namun, wilayah lain juga tidak terbebas dari kasus serupa. Sebuah video yang muncul bulan ini memperlihatkan seorang gadis remaja mengalami kekerasan seksual di negara bagian Bihar, India timur.

Setiap kasus tersebut berujung pada penangkapan, kecaman politik, dan kemarahan publik.

Setelah kasus besar pada 2012 -- perempuan tersebut dikenal secara nasional dengan nama "Nirbhaya" atau "Tak Kenal Takut", karena hukum India melarang media mempublikasikan nama korban pemerkosaan -- pemerintah memperluas definisi pidana terkait penetrasi dan persetujuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
BPJPH Ungkap Minat Negara B...
Megapolitan
Indonesia vs Singapura di G...

Ahmad Dilantik sebagai Ketua KNKT Masa Jabatan 2026-2030

58 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahmad Dilantik sebagai Ketu...
Luar Negeri
Indonesia Tandatangani Konv...

Karhutla Gunung Rinjani Capai 589 Hektare

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Gunung Rinjani Cap...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.