Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Siaga Penuh Hadapi Puncak Kemarau

4 Kamis, 03 Sep 2026, 03:35 WIB | Oleh:
Jakarta Siaga Penuh Hadapi Puncak Kemarau Jakarta Siaga Penuh Hadapi Puncak Kemarau Doc: RRI

JAKARTA – Tiap daerah kini dilanda kemarau panjang, termasuk Jakarta. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mulai siaga penuh hadapi puncak kemarau. Pemprov menyiagakan 1.027 personel lintas instansi dan 29 mobil tangki. Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung sepanjang September.

Kesiapsiagaan difokuskan pada antisipasi kekeringan, ke­kurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara. Warga yang menghadapi kondisi darurat kekeringan dapat menghubungi layanan 112.

Langkah tersebut disampaikan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat memimpin Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau Tahun 2026 di Lapangan Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9).

“Terlebih dengan kondisi El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Dampaknya perlu diantisipasi, mulai dari kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, hingga penurunan kualitas udara,” ujar Gubernur Pramono.

Sebanyak 1.027 personel yang disiagakan berasal dari unsur pemerintah, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulang­an Bencana (BNPB), BMKG, PAM Jaya, PMI, relawan, serta mitra kebencanaan. Pemantauan wilayah rawan dan koordinasi lintas sektor juga di­perkuat agar respons dapat dilakukan lebih cepat.

Untuk mengantisipasi ke­kurangan air bersih, BPBD menyiapkan 29 mobil tangki dari 10 instansi/lembaga. Pe­me­taan wilayah rawan dan kebutuh­an warga juga dilakukan hingga tingkat kelurahan. Pramono menekankan agar jajaran tidak menunggu kondisi darurat terjadi sebelum mengambil langkah penanganan.

“Saya minta jajaran untuk tidak menunggu masalah terjadi. Pastikan air bersih tersedia, cegah kebakaran, jaga kua­litas udara dan kesehatan warga. Pantau stok pangan,” ujarnya. Masyarakat juga perlu dilibatkan untuk menggunakan air secara bijak, mencegah sumber api, memastikan APAR tersedia, dan segera melaporkan potensi kebakaran.

Selain kekeringan, ke­bakaran menjadi sa­lah satu risiko utama selama musim kemarau. Sepanjang Juli hingga Agustus tercatat 457 kejadian kebakaran, 240 terjadi di bulan Agustus. Dugaan penyebab terbanyak berasal dari list­rik sebanyak 169 kejadian. Sedang­­kan objek yang paling banyak terbakar adalah sampah dengan 122 kejadian.

Pengawasan terhadap titik rawan dan edukasi pencegahan harus diperkuat. Sedang­kan untuk Alat Pemadam Api Ringan, setiap RW harus ada. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jakarta, Marulitua Sijabat, menambahkan, masyarakat yang kekurangan air bersih segera melapor ke layanan darurat 112.

BPBD telah berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk menindaklanjuti laporan dan memfasilitasi distribusi air bersih ke lokasi yang membutuhkan. Mekanisme tersebut juga telah disosialisasikan kepada jajaran pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan.

“Setelah laporan diterima, BPBD akan berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk memfasilitasi distribusi air bersih ke lokasi yang membutuhkan. Ini sudah disosialisasikan ke jajar­an wali kota, kecamatan, dan kelurahan,” jelas Maruli.

Mitigasi

Pramono Anung juga minta jajaran bersiaga dan menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi berbagai potensi dan dampak saat musim kemarau. “Dalam menghadapi kondisi ini, saya tidak ingin seluruh jajaran baru bergerak setelah persoalan terjadi. Setiap perangkat daerah harus memahami potensi dampak sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Siapkan sumber daya dan pastikan langkah mitigasi dapat langsung dijalankan,” kata Pramono.

Untuk itu, Pramono me­ne­kankan seluruh jajaran dapat memastikan kesiapan hingga ke tingkat wilayah. Pramono juga menandaskan, jajarannya mengenali karakter dan kondisi wilayah masing-masing. Iden­tifikasi kebutuhan warga.

Layani keperluan air bersih dengan cepat dan tepat. Pastikan ketersediaan sumber air, sarana distribusi, dan personel tetap terjaga. “Berikan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Pramono. Perkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.

Pramono berpesan agar jajarannya membangun kerja sama lintas sektor yang solid di lapangan. Komunikasi harus berjalan efektif. Seluruh unsur bergerak bersama secara cepat dan efisien. Jadikan kesiapsiagaan sebagai budaya kerja dan tanggung jawab bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Presiden Belarus Sebut Trum...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.