Para Atlet Dayung Menyumbang Dua Medali Perak

Kamis, 24 Sep 2026, 20:25 WIB

NAGOYA – Hari terakhir lomba di Nagaragawa International Regatta Course, Gifu, Jepang, atlet dayung menghadiahkan dua medali perak. Sayang mereka gagal meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. 

Dua perak Merah Putih masing-masing dipersembahkan Rafiq Wijdan Yasir/Ali Mardiansyah dari lightweight men's double sculls serta Ihram/Rendi Setia Maulana/Febrian/Memo dari men's quadruple sculls. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat keenam klasemen akhir medali cabang rowing dengan dua perak dari total 14 nomor yang dipertandingkan.

Ket. Foto: sumbang dua perak — Sumber: ist

Rafiq/Ali menjadi pembuka keran medali Indonesia setelah tampil konsisten pada Final A lightweight men's double sculls. Sejak melewati 500 meter pertama, keduanya terus menempati posisi kedua hingga garis finis.

Pasangan Indonesia membukukan waktu enam menit 23,41 detik, terpaut 3,47 detik dari duet Uzbekistan Shakhzod Nurmatov/Sobirjon Safaroliyev yang merebut emas dengan 6 menit 19,94 detik. Hong Kong melalui Lam San Tung/Chan Tik Lun mengamankan perunggu dengan 6 menit 24,84 detik.

Peluang Indonesia mendapatkan emas kemudian datang dari men's quadruple sculls. Ihram, Rendi Setia Maulana, Febrian, dan Memo langsung memimpin pada 500 meter pertama dengan catatan 1 menit 25,36 detik. China mengambil alih posisi terdepan saat melewati 1.000 meter, tetapi Indonesia masih menempel dengan selisih hanya 0,48 detik.

Jarak sempat melebar menjadi 2,16 detik pada 1.500 meter. Namun, Indonesia kembali memangkasnya pada 500 meter terakhir setelah mencatat split 1 menit 26,44 detik, lebih cepat daripada China yang membukukan 1 menit 26,73 detik.

Upaya tersebut belum cukup membawa Indonesia mendapatkan emas. Kuartet Merah Putih finis dengan 5 menit 47,90 detik, hanya terpaut 1,87 detik dari China yang menjadi juara dengan 5 menit 46,03 detik.

Uzbekistan menyusul di posisi ketiga dengan 5 menit 48,96 detik atau hanya 1,06 detik di belakang Indonesia. Sebelum dua perak itu datang, Indonesia beberapa kali berada sangat dekat dengan podium.

Febrian/La Memo membuka rangkaian Final A Indonesia pada men's double sculls dengan menempati posisi keempat. Mereka mencatatkan waktu 6 menit 14,42 detik, hanya 1,17 detik di belakang pasangan India Satnam Singh/Salman Khan yang mengamankan perunggu dengan 6 menit 13,25 detik.

China memenangi nomor tersebut melalui Yi Xudi/Nie Yide dengan 6 menit 09,77 detik, sedangkan Uzbekistan mendapatkan perak lewat Mekhrojbek Mamatkulov/Pavel Sorin dengan 6 menit 10,49 detik.

Pada men's pair, Ferdiansyah/Asuhan Pattiiha juga mengawali lomba dengan menjanjikan setelah berada di posisi ketiga pada 500 meter pertama dengan waktu 1 menit 33,95 detik.

Namun, keduanya kehilangan kecepatan selepas sektor awal dan akhirnya finis keenam dengan catatan 7 menit 40,71 detik. Kazakhstan merebut emas nomor tersebut melalui Vladislav Yakovlev/Ivan Chernukhin dengan 6 menit 25,13 detik, diikuti China 6 menit 27,22 detik dan Uzbekistan 6 menit 32,34 detik.

Mutiara Rahma Putri juga nyaris memberikan medali dari women's single sculls. Mutiara bertahan di posisi ketiga hingga separuh lomba dan masih hanya terpaut 0,15 detik dari posisi medali saat melewati 1.500 meter.

Namun, Mutiara akhirnya finis keempat dengan waktu 7 menit 46,44 detik. Emas menjadi milik Zhang Xinyu dari China dengan 7 menit 21,53 detik, disusul Anna Prakaten dari Uzbekistan 7 menit 23,99 detik dan Fatemeh Mojallaltopraghghale dari Iran 7 menit 35,99 detik. Pada nomor terakhir, men's four, Indonesia yang diperkuat Ardi Isadi, Sulpianto, Ferdiansyah, dan Asuhan Pattiiha finis keenam dengan catatan 6 menit 10,78 detik.

China kembali merebut emas dengan 5 menit 49,75 detik. Uzbekistan mendapatkan perak dengan 5 menit 51,68 detik dan Vietnam melengkapi podium setelah membukukan 5 menit 54,40 detik.

Indonesia juga memiliki dua wakil yang berlomba di Final B. Issa Behuku/Chelsea Corputty menempati posisi kedua Final B women's pair dengan waktu 7 menit 38,73 detik, terpaut 5,91 detik dari Thailand.

Sementara itu, Chelsea Corputty, Aisah Nabila, Issa Behuku, dan Nurtang turun pada Final B women's four. Dengan berlomba pada Final B, kedua wakil sektor putri tersebut tidak lagi masuk dalam persaingan medali. Indonesia secara keseluruhan turun pada delapan nomor rowing di Aichi-Nagoya, enam di antaranya mencapai Final A. Dalam klasemen akhir rowing, China menunjukkan dominasi dengan sembilan emas dan satu perak.

Iran berada di peringkat kedua dengan dua emas, tiga perak, dan satu perunggu, sedangkan Uzbekistan berada di posisi ketiga setelah mengoleksi satu emas, enam perak, dan dua perunggu. Hong Kong menempati posisi keempat dengan satu emas, dua perak, dan satu perunggu, sementara Kazakhstan berada di urutan kelima dengan satu emas.

Indonesia berada tepat setelah Kazakhstan dengan dua perak. Vietnam mengoleksi empat perunggu, Jepang tiga perunggu, sedangkan India, Korea Selatan, dan Thailand masing-masing mendapatkan satu perunggu. Dibandingkan Asian Games Hangzhou 2022, jumlah medali rowing Indonesia berkurang dari tiga menjadi dua, namun terjadi peningkatan warna medali.

Di Hangzhou, Indonesia meraih tiga perunggu, masing-masing melalui Chelsea Corputty/Mutiara Rahma Putri pada lightweight women's double sculls, Ihram/Memo pada men's double sculls, serta tim men's eight.

Kali ini Indonesia memang belum mampu memutus dominasi negara-negara seperti China di perebutan emas, tetapi dua kali berhasil naik satu tingkat lebih tinggi ke podium perak melalui lightweight men's double sculls dan men's quadruple sculls.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.