AS-Uni Eropa Lirik Teknologi Modifikasi Redupkan Sinar Matahari

Kamis, 24 Sep 2026, 20:03 WIB

MOSKOW - Para politisi di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) dilaporkan tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengurangi intensitas sinar matahari (solar dimming) menggunakan teknologi rekayasa iklim berskala besar demi menanggulangi krisis pemanasan global.

Teknologi rekayasa iklim yang dimaksud adalah solar geoengineering atau pengelolaan radiasi surya, demikian laporan Politico pada Rabu (23/9) dengan mengutip dua mantan pejabat pemerintah.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Sergei Gapon

Namun, para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi serta berpotensi mengubah pola cuaca alami di berbagai wilayah.

Selain itu, laporan tersebut juga menggarisbawahi bahwa intervensi rekayasa iklim tidak mampu mengatasi akar masalah dari pemanasan global, yakni penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara.

Meskipun demikian, seorang pakar menilai kemungkinan untuk mengurangi intensitas radiasi matahari secara buatan justru menjadi wacana yang semakin relevan saat ini, sejalan dengan meningkatnya investasi yang masuk ke berbagai perusahaan rintisan (startup) yang berfokus pada pengembangan teknologi solar geoengineering. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.