Indonesia Perkuat Penggunaan AI dalam Wisata Event dan MICE
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 15:25 WIB | Oleh: SujarJAKARTA -- Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan bahwa Pemerintah Indonesia terus memperkuat penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mengembangkan sektor wisata event serta Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran (MICE).
"Kita juga memasuki era tourism 5.0, di mana teknologi, AI, big data, dan internet of things menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman pariwisata yang lebih personal dan juga relevan, termasuk dalam event dan MICE," kata Ni Luh dalam Indonesia Tourism & MICE Outlook 2027 di Jakarta, Kamis.
Ni Luh menyoroti penggunaan teknologi dan AI menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman pariwisata yang lebih personal dan juga relevan.
Dalam event dan MICE, teknologi dapat digunakan sejak tahap perencanaan perjalanan, registrasi, kemudian pengelolaan peserta, interaksi selama acara, sampai dengan memberikan rekomendasi destinasi dan aktivitas setelah event.
Kementerian Pariwisata sendiri telah menghadirkan kecerdasan buatan bernama Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA) yang dapat membantu wisatawan merencanakan perjalanan berwisata dengan lebih mudah. Di dalamnya ditambahkan platform Indonesia.travel yang mencakup fitur travel planner dan travel companion.
"MaiA membantu wisatawan untuk mencari inspirasi perjalanan, menyusun rencana perjalanan, memperoleh rekomendasi destinasi yang lebih personal, menggunakan peta interaktif serta mengakses informasi dalam berbagai bahasa," kata dia.
Meski demikian, dia menekankan bahwa AI hanya berperan sebagai pihak yang membantu memberi solusi dan tidak bisa menggantikan keramahtamahan masyarakat Indonesia.
Hal lain yang disampaikan Ni Luh yakni pentingnya memperkuat kesiapan destinasi, konektivitas pariwisata, mengintegrasikan teknologi dengan peningkatan sumber daya manusia serta mendorong event yang berkelanjutan, inklusif dan memberikan manfaat yang nyata bagi UMKM maupun masyarakat lokal.
"Pada akhirnya nilai baru pariwisata Indonesia terletak pada kemampuan kita mengubah setiap event menjadi pengalaman dan setiap pengalaman menjadi nilai. Nilai tersebut harus terlihat pada ekonomi yang bergerak, lapangan kerja yang tercipta, budaya yang semakin dikenal, lingkungan yang tetap terjaga dan reputasi Indonesia yang semakin kuat," ucap Ni Luh.
Menurut Ni Luh, prospek pariwisata Indonesia ke depan akan terus tumbuh positif. Dia membeberkan pada semester I 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pada periode tersebut, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta perjalanan, sedangkan devisa pariwisata tercatat sebesar 8,43 miliar dolar AS.
Berdasarkan data yang telah dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan juga terlihat pada Juli 2026 dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,53 juta kunjungan.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Juli 2026 mencapai 107,4 juta perjalanan atau meningkat 7,23 persen secara tahunan.
Ia berharap capaian tersebut dapat menumbuhkan optimisme bahwa pariwisata Indonesia tetap diminati wisatawan global maupun masyarakat Indonesia untuk berwisata di dalam negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!