Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemprov Maluku Optimalkan Pompanisasi dan Jaringan Irigasi

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 13:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemprov Maluku Optimalkan Pompanisasi dan Jaringan Irigasi Doc: ANTARA
Ket. Pekerja menyusun beras bantuan pangan di Gudang Bulog Ternate, Maluku Utara, Sabtu (12/9/2026). 

AMBON – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mengoptimalkan pompanisasi dan jaringan irigasi serta menyesuaikan pola tanam untuk menjaga pasokan pangan di tengah musim kemarau dan ancaman fenomena El Nino.

Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadali Ie, di Ambon, Rabu (23/9), mengatakan penguatan pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan produktivitas lahan pertanian saat debit air mengalami penurunan.

"Yang perlu kita lakukan adalah penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi jaringan dan sumber daya air, penyesuaian pola tanam, serta pemanfaatan varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan," kata dia.

Menurut dia, pemerintah daerah juga perlu mempercepat langkah antisipasi dengan memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan serta memastikan sistem peringatan dini dapat ditindaklanjuti secara cepat di lapangan.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan kondisi iklim, antara lain dengan mengoptimalkan sarana irigasi, memanfaatkan sumber air yang tersedia, dan mempercepat masa tanam di wilayah yang masih memiliki ketersediaan air.

Selain itu, petani didorong menggunakan varietas tanaman yang adaptif terhadap kekeringan untuk mengurangi risiko penurunan produksi akibat keterbatasan air.

"Penyesuaian waktu dan pola tanam perlu dilakukan berdasarkan kondisi iklim sehingga risiko gagal panen dapat ditekan dan ketersediaan komoditas pangan tetap terjaga," ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi irigasi perpompaan, pemanfaatan embung, serta rehabilitasi jaringan air melalui koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku.

Salah satu penanganan dilakukan di Daerah Irigasi (D.I.) Matakabo, Kabupaten Seram Bagian Timur. Penurunan debit Sungai Matakabo menyebabkan elevasi muka air tidak lagi mencapai intake sehingga distribusi air ke jaringan irigasi sempat terhenti.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu layanan irigasi untuk sekitar 185 hektare lahan yang mencakup wilayah Way Samet, Way Matakabo, Way Ketambaru, Akijaya, dan Banggai Pancorang.

BWS Maluku kemudian menyiapkan penanganan darurat melalui normalisasi bagian hulu bendung dan pemanfaatan embung eksisting dengan mengalirkan air ke jaringan irigasi menggunakan empat unit pompa.

Sementara itu, Kepala BBRMP Maluku Gunawan mengatakan penyelamatan lahan juga dilakukan melalui penyesuaian pola dan strategi tanam, penggunaan varietas adaptif terhadap kekeringan, efisiensi pemanfaatan sumber daya air, serta penguatan koordinasi dan respons cepat di lapangan.

"Dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah pertanian. Di Bendungan Waimatakabo, Kabupaten Seram Bagian Timur, misalnya, terjadi penurunan debit air secara signifikan," katanya.

Meski demikian, kolaborasi Dinas Pertanian kabupaten, penyuluh, dan BWS memungkinkan sekitar lima hektare lahan pertanian di wilayah tersebut tetap diselamatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

BMKG Khawatirkan Durasi Musim Hujan yang Pendek

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Khawatirkan Durasi Mus...
Nasional
Bapanas Proses 102 Tersangk...
Advertisement
Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.