Warga Korban Kebakaran di Kebayoran Lama Butuh Seragam Sekolah
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 15:48 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
JAKARTA -- Sejumlah warga terdampak kebakaran di Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, mengaku membutuhkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak mereka yang ikut terkena dampak akibat peristiwa tersebut.
"Yang paling dibutuhkan baju anak sekolah, sepatu, buku, sama perlengkapan anak sekolah," kata salah satu warga warga bernama Hani saat ditemui di lokasi pengungsian di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan seluruh perlengkapan sekolah kedua anaknya, yang masing-masing duduk di kelas 5 dan kelas 3 SDN 01 Kebayoran Lama Utara, hangus terbakar.
Kedua anaknya bahkan tidak dapat bersekolah pascakebakaran karena tidak memiliki seragam, sepatu, maupun buku pelajaran.
"Hari ini, dia enggak ada yang sekolah karena tidak ada buku, tidak ada baju, tidak ada seragam, tidak ada sepatu. Kosong, habis," ujar Hani.
Selain perlengkapan sekolah, kata dia, kebutuhan lain yang diperlukan keluarga terdampak, di antaranya pakaian dan bahan kebutuhan pokok.
Hani menuturkan kebakaran tersebut juga menghanguskan berbagai dokumen penting milik keluarganya, termasuk KTP, kartu keluarga (KK), akta, serta barang-barang lainnya.
Namun, dia mengaku tidak terlalu memikirkan kebutuhan pribadi dan lebih mengkhawatirkan keberlangsungan sekolah anak-anaknya setelah kehilangan seluruh perlengkapan sekolah.
Sementara itu, Ketua RT 06/RW 01 Santoso mengatakan pakaian juga menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak kebakaran.
"Baju sangat dibutuhkan, soalnya kita enggak ada yang bisa menyelamatkan apa pun, sampai data-data pribadi kita pun hangus terbakar semua," tutur Santoso.
Dia menyebutkan seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah anak-anak juga tidak ada yang berhasil diselamatkan.
Menurut dia, kebakaran besar tersebut bukan merupakan kejadian pertama yang terjadi di wilayahnya. Sebelumnya, kebakaran dengan skala lebih kecil pernah terjadi sebanyak tiga kali.
Namun, kebakaran kali ini menyebabkan kerugian lebih besar karena warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang milik mereka.
Santoso mengaku sudah menempati kawasan tersebut sejak 1965.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!