Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bisnis Madu Tawarkan Ekonomi Riau Tanpa Tebang Hutan

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Keberadaan koloni tersebut, kata Leni, menjadi contoh bahwa beternak lebah bisa dilakukan tanpa harus merusak alam. Lebah membutuhkan bunga sebagai sumber nektar dan serbuk sari. Pepohonan, tanaman berbunga, semak, dan vegetasi di sekitarnya menjadi bagian dari lingkungan yang menopang kehidupan koloni.

Karena itu, kondisi lingkungan tempat lebah mencari makan berkaitan langsung dengan keberlangsungan peternakan. Semakin banyak sumber pakan yang tersedia, semakin besar pula peluang koloni berkembang dan menghasilkan madu.

Leni dan Purnomo menjalani proses tersebut selama bertahun-tahun. Keteguhan mereka dalam mengembangkan usaha yang bersinggungan dengan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan kemudian membawa keduanya memperoleh sejumlah penghargaan di bidang usaha dan lingkungan.

Namun, masih ada persoalan yang lebih besar, yaitu bagaimana membuat masyarakat melihat hutan sebagai ekosistem yang perlu dijaga karena dapat memberikan penghidupan secara berkelanjutan.

Penghargaan itu bukan akhir dari perjalanan panjang yang telah mereka tempuh. Sebab, masih ada persoalan yang jauh lebih besar, yaitu bagaimana membuat masyarakat melihat hutan sebagai ekosistem yang harus dijaga karena memberikan penghidupan secara berkelanjutan.

Menghubungkan petani dan pasar

Cerita serupa datang dari Citot Tatar Kusnoto. Pria yang akrab disapa Citato itu telah menggeluti dunia lebah dan madu selama lebih dari satu dekade.

Citot berperan sebagai penghubung antara petani dan pasar. Ia banyak bekerja sama dengan kelompok tani untuk membantu memasarkan madu, termasuk madu yang berasal dari kawasan tanaman akasia.

Produk tersebut tidak berhenti dalam bentuk madu cair yang dikemas dalam botol. Dengan pengolahan dan pemasaran, madu dikembangkan menjadi berbagai bentuk produk sehingga dapat menjangkau konsumen hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Akses pasar merupakan mata rantai yang penting. Petani dapat merawat koloni, memanen madu, dan menghasilkan produk berkualitas. Namun, tanpa pasar, hasil panen sulit memberikan nilai ekonomi secara maksimal.

Oleh karena itu, pengusaha seperti Citot berperan sebagai penghubung. Ia membantu membawa hasil produksi kelompok tani kepada konsumen melalui pengembangan dan pemasaran produk madu.

Rantai tersebut mempertemukan petani, pengusaha, dan konsumen. Petani memelihara lebah dan memanen madu, pengusaha membantu mengolah serta memasarkannya, sementara konsumen membeli produk yang dihasilkan.

Kegiatan itu dapat berlangsung tanpa harus mengubah hutan menjadi lahan produksi dengan cara membakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
UMKM

Kampus Jadi Ujung Tombak UMKM Berkelanjutan

54 menit yang lalu | Muchamad Ismail

Ekonomi
Kampus Jadi Ujung Tombak UM...
UMKM

Akses Pasar Seret, Pengembangan UMKM Tersendat

54 menit yang lalu | Muchamad Ismail

Ekonomi
Akses Pasar Seret, Pengemba...
Ekonomi
Regulasi Ojol Masuk Babak B...
Ekonomi
BI Tahan Bunga 5,75 Persen,...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.