Xavi Janjikan Timnas Belanda Tampil Tajam dan Agresif di UEFA Nations League

Selasa, 22 Sep 2026, 00:04 WIB

AMSTERDAM – Pelatih baru Timnas Belanda, Xavi Hernandez, menjanjikan perubahan gaya bermain dengan intensitas tinggi dan keberanian mengambil inisiatif dalam pertandingan UEFA Nations League bulan ini.

Xavi akan menjalani pertandingan pertamanya sebagai pelatih Belanda ketika menghadapi Jerman di Amsterdam, Kamis (24/9). Setelah itu, Belanda dijadwalkan menghadapi Serbia sebelum bertandang ke Yunani dalam rangkaian jeda internasional yang diperpanjang.

Ket. Foto: Xavi Hernandez. — Sumber: Istimewa

Mantan pelatih Barcelona tersebut mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan tim. Namun, ia menegaskan kondisi itu bukan alasan untuk mengurangi tuntutan terhadap para pemainnya.

Xavi untuk pertama kalinya bertemu dengan 26 pemain yang dipanggil ke dalam skuad pada hari Senin (21/9). Fokus awalnya adalah membangun hubungan dengan para pemain sekaligus memperkenalkan filosofi permainan yang ingin diterapkan.

"Segalanya masih baru bagi saya dan staf. Jadi, pertama-tama kami harus saling mengenal, mengenal semua pemain, serta menjelaskan dan meyakinkan mereka mengenai cara bermain kami," kata Xavi. "Kami tidak punya banyak waktu. Tetapi tidak ada alasan karena semua pelatih berada dalam situasi yang sama."

Pelatih asal Spanyol itu juga ingin membangun suasana positif di dalam tim. Menurut Xavi, para pemain harus merasa nyaman dan bahagia ketika bergabung dengan tim nasional, meski target utama tetap meraih kemenangan.

"Saya ingin menjelaskan nilai-nilai yang kami inginkan dari skuad. Saya ingin menunjukkan bahwa saya terbuka untuk mereka dan ingin membantu mereka. Saya ingin menikmati proses ini bersama mereka," ujarnya.

"Kami ingin membangun sebuah keluarga, menciptakan kelompok yang kuat. Para pemain harus datang ke tim nasional dengan perasaan bahagia. Tetapi pada akhirnya, tujuan utama adalah menang."

Belanda sebelumnya mengalami kekecewaan di Piala Dunia setelah tersingkir pada babak 32 besar akibat kekalahan dari Maroko. Hasil tersebut kemudian diikuti pengunduran diri Ronald Koeman.

Koeman sebelumnya mendapat kritik karena pendekatan permainan Belanda yang dinilai terlalu defensif.

Xavi menegaskan dirinya tidak ingin membandingkan pendekatannya dengan era sebelumnya. Namun, ia memastikan Belanda akan bermain dengan energi dan keberanian lebih besar.

"Anda tidak bisa menjanjikan hasil, tetapi kami akan bekerja untuk mendapatkan hasil. Yang bisa saya janjikan adalah kami akan bermain dengan intensitas, penuh gairah, dengan ritme yang baik, berusaha kompetitif dan mengambil inisiatif dalam pertandingan. Itu pasti," tutur Xavi.

"Akan ada cara bermain yang berbeda. Saya tidak ingin membandingkan dan tidak ingin membicarakan masa lalu. Saya sangat menghormati Ronald, tetapi fokus saya adalah saat ini."

Xavi juga memastikan Virgil van Dijk tetap dipercaya sebagai kapten Belanda. Keputusan tersebut diambil setelah keduanya bertemu di Liverpool untuk membahas masa depan bek tersebut bersama tim nasional.

Xavi menyebut pertemuan itu berlangsung positif dan Van Dijk menunjukkan keinginan untuk melanjutkan kiprahnya bersama Belanda.

"Itu pertemuan yang sangat bagus. Dia sangat terbuka dan jujur. Dia masih memiliki kapasitas untuk melanjutkan. Dia adalah pemimpin yang baik," kata Xavi. "Dia positif, termotivasi, dan siap menjadi pemimpin."

Dengan kombinasi pendekatan permainan yang lebih agresif dan kepemimpinan Van Dijk, Xavi kini bersiap memulai era barunya bersama Belanda. Tantangan pertamanya langsung berat: menghadapi Jerman dalam laga perdana UEFA Nations League.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.