Tekan Harga Air Warga, Pemkab Kepulauan Seribu Dukung Kompensasi Biaya Angkut
📅 Selasa, 22 Sep 2026, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mendorong adanya skema kompensasi biaya angkut atau transportasi dari PAM JAYA untuk menekan harga air yang dibayarkan masyarakat di daerah kepulauan tersebut.
“Kami perlu mencari solusi bersama termasuk mendorong adanya kompensasi ongkos angkut agar harga air di tingkat warga dapat ditekan,” kata Muhammad Fadjar Churniawan di Jakarta, Selasa (22/9).
Fadjar menjelaskan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu sudah membuka komunikasi dengan pihak swasta dan BUMD, seperti PHE OSES dan Patra Jasa yang dapat memasok air bersih.
“Penyediaan armada pengangkut air diusulkan menjadi dukungan pemerintah daerah atau kabupaten,” kata dia.
Selain itu, ia menyambut baik kunjungan jajaran DPRD DKI Jakarta dan menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk menghasilkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang pada Senin (21/9).
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino dalam kunjungan kerjanya ke Kepulauan Seribu, mengatakan pihaknya mencari solusi melalui sinergi antara kabupaten, kecamatan, kelurahan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait kebutuhan air bersih.
Pihaknya juga mengevaluasi dan optimalisasi fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO).
“Kami ingin mencarikan solusi di mana semuanya bergerak dari kabupaten, kecamatan dan kelurahan serta OPD terkait,” kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan air bersih sebagai hak dasar masyarakat serta perlunya intervensi langsung pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.
"DPRD Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu fokus menyelesaikan kendala air bersih yang ada di Pulau Kelapa dan Pulau Panggang, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Kepulauan Seribu Frans Agustinus Siahaan menyampaikan sejumlah perkembangan pembangunan fasilitas pengolahan air bersih di wilayah Kepulauan Seribu.
Frans memaparkan peningkatan kapasitas BWRO Pulau Kelapa sebesar 2.500 liter per jam sedang berjalan dan ditargetkan mulai dirasakan manfaatnya pada awal Desember 2026.
Selain itu, pembangunan SWRO di Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Pulau Kelapa Zona 1, 2, 3, dan 4, masing-masing berkapasitas 500 liter per jam, ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
"Untuk Pulau Panggang, rencana penempatan satu unit SWRO direvisi berdasarkan usulan lurah," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!