Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Zulhas Dorong Perkebunan Rakyat Perkuat Kakao

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Zulhas Dorong Perkebunan Rakyat Perkuat Kakao Doc: istimewa
Ket. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas)

Bandung - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menekankan pentingnya pengembangan perkebunan rakyat untuk mendorong swasembada kakao nasional, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Seperti dikutip dari Antara, Menko Zulhas dalam kunjungannya di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/1), mengatakan pengembangan perkebunan rakyat diperlukan agar komoditas perkebunan tidak hanya dikuasai oleh pelaku usaha skala besar, melainkan dapat dikelola langsung oleh masyarakat.

"Perkebunan rakyat penting karena kalau hanya perkebunan besar, yang untung hanya kelompok besar saja. Padahal komoditas seperti cokelat (kakao), kopi, kelapa, cengkeh, dan lada, itu bisa dikelola rakyat," ucap Zulhas.

Ia menjelaskan pengembangan perkebunan dilakukan sesuai arahan Presiden, mencakup kakao, kopi, kelapa, karet, teh, vanili, pala, dan akar wangi.

Menurutnya, perkebunan rakyat juga bermanfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga memberikan dampak berganda bagi masyarakat.

"Kalau lahan dibiarkan kosong, tidak ada hasilnya, malah berisiko banjir. Tapi kalau ditanami, misalnya dengan kakao, banjir bisa berkurang dan masyarakat mendapat hasil," ucap Menko Zulhas.

Sementara itu data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor kakao Indonesia pada tahun 2024 hampir sepenuhnya dikuasai oleh perkebunan yang dikelola oleh masyarakat.

BPS mencatat sekitar 99,59 persen atau 1,36 juta hektare lahan kakao merupakan perkebunan rakyat dari total 1,37 juta hektare lahan kakao.

Perkebunan besar swasta dan oerkebunan besar negara masing-masing hanya mencakup 5,32 ribu hektare (0,39 persen) dan 0,23 ribu hektare (0,02 persen).

Tidak hanya itu produksi biji kakao kering pada tahun 2024 tercatat sekitar 617,11 ribu ton, dengan perkebunan rakyat menghasilkan sekitar 615,72 ribu ton (99,775 persen), sementara perkebunan besar swasta dan perkebunan besar negara masing-masing menghasilkan 1,38 ribu ton (0,223 persen) dan 11,38 ton (0,002 persen).

Pada kesempatan tersebut Menko Zulhas juga memaparkan bahwa kebutuhan kakao domestik sangat besar, namun produksi dalam negeri belum mencukupi.

"Saat ini kebutuhan cokelat (kakao) kita sangat besar, namun produksi dalam negeri belum mencukupi. Maka dari itu perkebunan cokelat  rakyat kita galakkan agar Indonesia bisa swasembada cokelat," papar Menko Zulhas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Hingga Awal 2027, Stok Pupu...
Ekonomi
Mentrans Tawarkan Kolaboras...
Luar Negeri
Bandara Riyadh Ditutup, Sel...
Ekonomi
Tanjung Perak Jadi Pelabuha...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.